DEWASA

now browsing by category

 

Teh Nini Ibu Kost

Teh Nini Ibu Kost

RAJA88BET – Teh Nini Ibu Kost Hari ini adalah hari minggu, enggan sekali rasanya beranjak turun dari kasur setelah semalaman menghabiskan waktu untuk bersenang senang. Apalagi dua orang teman kosku sedang ada keperluan magang diluar kota. Namaku Miko, aku seorang mahasiswa semester 8 yang sedang merantau ke kota kembang, tujuanku kesini adalah untuk menimba ilmu disalah satu kampus favorit bagi banyak mahasiswa.

Waktu menunjukan pukul 10 pagi, matahari sudah lama menampakan sinarnya namun badan ini rasanya susah sekali diajak berkompromi, padahal hanya untuk sekedar bangun dan berbenah diri. Dikota ini aku kos, disebuah rumah sederhana dengan empat kamar dimana 3 kamar untuk anak anak kos dan 1 kamar untuk ibu kos dan seorang balita berusia tiga tahun satu bulan. Karena ditemani oleh 2 orang teman yang asik dan tidak resek membuatku jadi nyaman tinggal dirumah sederhana ini.

Samar terdengar suara sesorang sedang menggosok gosokan kain pel kelantai, kutahu itu pasti Teh Nini, Ibu Kosku yang istimewa. Selain kedua teman kosku tadi, ada satu hal yang membuatku lebih merasa “nyaman” untuk tinggal disini, yaitu Ibu Kos. Ya, Ibu Kos. Seorang wanita separuh baya berusia 37 tahun. Pribadinya sangat baik kepada anak anak kos, ia sangat perhatian dalam mengurus kami. Bicara soal penampilan, penampilan Teh Nini cenderung manis, kulitnya putih langsat khas Sundanese namun tidak ada yang spesial dari tubuhnya,payudaranya sudah sedikit kendor dan ada sedikit lipatan diperut karena lemak, ya mungkin saja faktor usia.

Mendengar Teh Nini sedang mengepel diluar, menjadikanku teringat kembali akan kenangan empat tahun silam. Sebuah kenangan yang cukup membuatku merasa iba sekaligus kenangan yang menjadikan Teh Nini begitu istimewa bagiku.

Saat itu tepat hari sabtu malam empat tahun silam, ketika aku baru satu bulan menempati kos ini, waktu itu aku masih sendiri dan belum ada dua teman yang menempati kos tersebut. Pukul 10 malam sepulang dari acara ospek kampus, aku merebahkan kedua kakiku disofa ruang utama sembari melepas penat. Samar samar terdengar suara isak tangis dari dalam kamar, yang kusadari itu berasal dari kamar Teh Nini. Sontak suara itu mencuri perhatianku, aku coba bertanya pada diriku apakah perlu aku masuk kamarnya dan sekedar bertanya apa yang sedang terjadi. Akhirnya kuputuskan memberanikan diri mengetuk pintu kamarnya dari luar.

“Teh… ini Miko teh…”

“Eh… ya mik kenapa…?” Teh Nini menjawab sambil terisak isak.

“Teteh kenapa? Miko boleh masuk ya?”

Lalu Teh Nini membiarkanku masuk kedalam kamarnya. Kulihat dia sedang duduk sendirian ditepi ranjang tempat tidurnya sembari mengusap air mata yang tumpah dipipi. Memang sebelumnya aku sama sekali tidak tahu bagaimana kisah hidup Teh Nini hingga ia setiap hari hanya sendiri tanpa ada suami atau anak yang menemaninya.

Akhirnya kutanyakan padanya perihal dirinya yang tersedu sedu menangis dimalam hari itu. Ia pun seolah tak tahan menahan besarnya gejolak yang ada dalam dirinya sehingga ia mau menumpahkannya dengan bercerita kepadaku. Singkatnya, dari cerita yang kudapat ternyata Teh Nini adalah seorang janda yang sudah tiga tahun diceraikan oleh suaminya, ia diceraikan karena suaminya menganggap Teh Nini tidak dapat memberinya keturunan setelah sepuluh tahun pernikahan mereka. Ia bercerita betapa suaminya sangat membencinya, karena waktu bercerai ia menganggap suaminya lah yang mandul dan hingga akhirnya mereka pun saling menuding satu sama lain.

Kini setelah tiga tahun perceraiannya dengan sang suami, Teh Nini masih saja sendiri padahal suaminya sudah menikah dengan seorang gadis muda dan kini dikaruniai seorang bayi laki laki. Disinilah pertanyaanku mulai terjawab. Bermula dari chat BBM yang masuk dikontak Teh Nini, datangnya dari sang mantan suami. Ia mengirimkan sebuah gambar bayi yang baru saja lahir dan sedang dalam dekapan pelukan seorang wanita. Setelah gambar itu dikirimkan, lelaki itu mengirim sebuah pesan yang berisi bahwa tuduhan Teh Nini selama ini kepada dirinya adalah salah besar. Ia pun memaki Teh Nini dengan sebutan mandul, ia menumpahkan kemarahan masa lalunya saat itu juga dan ia merasa bangga karena kenyataannya bukan dirinya yang tidak subur melainkan Teh Nini.

Terlihat Teh Nini kembali menangis kencang setelah bercerita dibagian itu. Akupun mengelus dada mendengar cerita tadi, kudekatkan dudukku disebelah Teh Nini, ia meminta maaf padaku karena mendengar cerita yang ia anggap sebagai aib pribadi itu. Kubilang padanya tak mengapa, dan kini ia sandarkan kepalanya dibahuku sembari mengusap air mata. Sesekali kubantu ia mengusap pipinya yang berlinangan air mata. Manis juga Teh Nini, pikirku.

Setelah beberapa saat dikamarnya, aku yang miskin akan pengalaman hidup ini mencoba sebisa mungkin menenangkan hatinya. Kubilang mungkin ini adalah jalan Tuhan, manusia kan hanya bisa menerima apa yang sudah digariskan olehNya. Teh Nini pun sedikit merasa baikan, ia berterima kasih padaku dan lantas menyuruhku untuk mandi karena bau keringatku yang semerbak tak sedap itu ternyata cukup mengusik Teh Nini. “Hahaha” aku tertawa sembari melihatnya cemberut memprotes bau badanku, ya wajarlah orang seharian digojlok sama senior. Jawabku.Aku beranjak dari ranjang Teh Nini, sesaat ketikaku mengangkat kaki ia justru menahan langkahku, ia genggam tanganku dan berkata.

“Miko…temenin teteh tidur ya…” pinta Teh Nini kepadaku.

Glek, ludahku tertelan. Aku merasa sedikit bingung akan maksud dari Teh Nini, kucoba bertanya kembali.

“Mmm…maksudnya Miko tidur dikamar teteh gitu?”

“Iyaaa kamu bobok sini ya, gatau kenapa malem ini teteh kok merasa takut tidur sendiri…”

Akhirnya kuiyakan saja permintaannya, toh dikamarnya juga ada sofa jadi aku bisa tidur disofa itu nanti. Segera ku keluar menuju kamar mandi untuk membersihkan peluh keringat dan kotoran sisa penjajahan di kampus tadi. Air malam itu sungguh dingin, namun mau bagaimana lagi akupun tak mau meninggalkan aroma yang tak sedap dikamar Teh Nini yang wangi dan rapi itu.

Setelah kubersihkan semua badanku, akupun segera bergegas menuju kamar Teh Nini. Ngantuk dan capek sekali badan ini, ingin rasanya segera memejamkan mata mengistirahatkan tubuh. Kuketok pintu kamar, dan ku masuk kedalam. Tampak Teh Nini sedang duduk disofa mengaduk aduk dua cangkir minuman yang ia siapkan untuku. Ah, teh hangat disituasi seperti ini pasti nikmatnya bukan main! batinku. Segera kuhampiri Teh Nini dan ia pun mempersilahkanku untuk meminumnya sebelum tidur. Ia sempat menanyai tentang ospek dikampusku, kujawab saja mengerikan.

Mata sudah semakin susah diajak kompromi hingga saatnya aku pamit hendak tidur sofa. Namun, justru jawaban mengejutkan yang aku dapatkan. Teh Nini malah memintaku untuk tidur satu ranjang dengannya. Akupun mengatakan bahwa tidak mengapa jika aku tidur disofa, namun Teh Nini seperti ada tujuan lain sehingga membuatku mengiyakan permintaannya. Akupun segera berbaring diranjang empuknya itu, begitupula dengan dirinya. Lampu kamar sudah diganti dengan lampu tidur, suasana remang remang lampu menerangi kami berdua. Tak lama akupun tertidur mendahului Teh Nini yang ada disebelahku.

Baru sejenak terlelap, perasaanku menjadi sedikit aneh. Aku tak tahu ini mimpi atau bukan, namun seperti ada sesatu yang menggerayangi bagian paling sensitif bagi para pria punyaku. Aku masih memejamkan mata, namun sepertinya aku tersadar ini bukanlah sebuah mimpi. Kucoba merasakan apa yang sedang dialami kemaluanku malam ini. Semakin lama semakin merasa nyaman, kurasakan sensasi nikmat yang muncul dari penisku.

Matakupun kubuka sedikit, mengintip apa yang sebenarnya sedang terjadi. Benar saja, kaget sekali kudibuatnya. Tampak sebuah kepala seorang wanita menghadap kebawah sedang mengulum penisku dengan lahapnya. Dengan hati yang berdebar, kucoba melirik kesamping, apakah itu Teh Nini atau “makhluk lain.”

Setelah kulirik kekanan dan kekiri ternyata Teh Nini tidak ada, lega rasanya. Namun, pertanyaan muncul kembali, apa yang dilakukan Teh Nini? Kenapa dia menyepong penisku saat ini? Aku menjadi semakin bingung. Birahiku semakin lama semakin memuncak seiring sepongan maut janda tak beranak itu. Tiba tiba saja badanku menggelinjang dahsyat, masih dalam posisi pura pura tidur aku merasakan spermaku menyembur keluar dari dalam penis. Kulirik sedikit kearah Teh Nini, tampak ia tersenyum menatapku yang masih pura pura tidur itu, entah ia sadar atau tidak yang pasti mulutnya belepotan oleh sperma kentalku yang sudah beberapa minggu tak aku keluarkan.

Setelah mengenakan celanaku kembali, Ia beranjak dari ranjang dan sepertinya hendak menuju kamar mandi. Sekembalinya dari kamar mandi ia langsung beranjak tidur disebelahku. Ia miring kekanan dan aku pun dibelakangnya menatap tubuh wanita setengah baya itu dari belakang. Kuperhatikan daster katunnya sembari berpikir, apa yang membuat ia mengulum penisku seperti itu. Apakah ia sedang horny? Ah, tak mungkin. Kalau saja ia sedang hornya pasti ia sudah gesek gesekan penisku ke memeknya. Ataukah mungkin ia hanya rindu dengan sebuah batang penis? Maklum saja ia sudah tiga tahun bercerai dengan suaminya.

Lama kumemikirkan hal tersebut, justru membuat penisku menegang kembali. Mendadak ingin rasanya kusetubuhi Ibu Kos yang tidur didepanku ini. Akhirnya, akupun mendekati tubuh Teh Nini. Dalam benakku kalau saja ia tahu aku macam macam dengannya, akupun bisa beralasan kalau ia yang memulainya terlebuh dahulu. Akupun merasa santai dan tenang.

Kupelorotkan kembali celanaku dan kini tampak penis keras yang sedang bergelantungan. Kurangkul pinggulnya dari belakang, lalu kudekap tubuhnya yang sedikit kendor itu perlahan. Kugesek gesekan penisku dibagian pantat Teh Nini. Oh, nikmatnya. Kini tangan kiriku bergerak keatas menuju payudaranya. Kuremas pelan pelan dari luar daster berbahan lembut itu. Kenyal sekali susu ini, padahal masih terbungkus daster pikirku. Setelah ku remas remas payudaranya, kini tangan kiriku kuturunkan dan kuselipkan kearah selakangan. Clek, kudapati celana dalamnya sudah banjir oleh lendir, kugosok CD nya perlahan dan terasa sangat licin sekali. Kumainkan jari jariku dibibir vaginanya yang masih terbungkus. Kemudian, selakangan itu nampak bergetar merasakan kegelian yang kusebabkan, dan seketika Teh Nini berbalik badan menghadapku dan segera melumat bibirku. Tanpa babibu ia mainkan lidahnya didalam bibirku dan akupun menyambut sapaan hangatnya. Tak kusangka ternyata Teh Nini belum tertidur dan ia justru menikmati perbuatanku sembari berpura pura tidur.

“Ayoo Miko bugilin teteh sekarang!!” pintanya kepadaku secara langsung tanpa pembukaan sedikitpun.

Segera kubangkit dari posisi tidurku dan kucoba singkirkan selimut yang mengganggu, langsung saja kulepas daster terusannya dari tubuh wanita 33 tahun itu. Setelah dasternya kulempar kelantai sekarang tampaklah tubuh yang tidak begitu kencang terbalut BH hitam dan celana dalam berwarna krem yang sudah basah kuyup dilanda lendir.

Kudorong tubuh Teh Nini dari depan, kini ia terjatuh diranjang dan aku berada diatasnya sedang menindih. Kubuka pengait BH yang ada dibelakang, dan kini mencuatlah dua buah gundukan besar berukuran sekitar 36B dari dalam sangkarnya. Payudara itu sempat bergelayutan kekanan dan kekiri dengan indahnya. Telrihat puting yang berwarna cokelat muda dan areola yang berwarna lebih muda dan tak begitu lebar diameternya. Wow besar sekali! batinku dalam hati

Kucoba arahkan kedua tanganku untuk menakupnya, tak kusangka kedua tanganku tak kuasa mencakup seluruh bongkahan besar itu. Kucengkeram kuat kuat, dan tampak Teh Nini melenguh menikmatinya. Kuremas remas payudara itu, kuberikan treatment dengan sentuhan jari jemariku. Terasa putingnya semakin mengeras, puting wanita dewasa itu mencuat dan ukurannya lebih besar dari punya pacarku yang masih ABG. Bentuknya unik, dan membuatku tak kuasa untuk menjilatinya. Dan “Emmhh…” itulah yang keluar dari mulut Teh Nini ketika lidahku menyentuh puting yang mengeras itu.

Kini tanganku bergerak menuju kebawah, sembari menyedot nyedot puting Teh Nini tanganku bergerilya menggosoki bibir vaginanya yang masih terbungkus. Kurasakan semakin lama semakin basah dan licin, akhirnya kuputuskan untuk menyudahi sedotanku diputingnya dan kini aku beranjak kebawah untuk melepas celana dalam krem yang masih ia kenakan. Kupelorotkan dengan cepat dan kulemparkan kelantai.

Kini tampaklah sebuah vagina yang mengankang ditumbuhi bulu bulu kemaluan yang lebat dan berwarna hitam mengkilap. Langsung kurabai memek itu dan kurasakan betapa licin dan basah. Kusibakan jembutnya perlahan hingga dapat kusaksikan belahan bibir vagina berwarna kemerah merahan itu secara langsung. Tak menunggu lama kini aku segera daratkan lidahku ke belahan bibir selakangan itu. Aromanya sangat kuat, mungkin ini bau khas dari tiap wanita yang berbeda beda, lendirnya asin persis seperti punya pacarku. Kujilati dengan cepat dan semakin lama semakin kasar. Kutemukan klentitnya tersembunyi disela sela bibir vagina, dan segera ku serang dengan menggigit gigit kecil klentit Teh Nini.

“Teteh ga kuaaaat sayanggg…ayo masukin aja sekaraaaanggg…”

Ku angkat wajahku dari memeknya, kini aku berdiri diatas ranjang, dan Teh Nini pun ikut berdiri dengan lututnya, ia menyapu penisku dengan ludahnya sekan memberi pelumas bagi penisku. Langsung saja Teh Nini berinisiatif untuk menungging didepanku. Tak lama langsung kuselaraskan posisi doggy style itu dan perlahan kudaratkan penisku dibibir vaginanya. Kugesek gesek sebentar, dan sedikit demi sedikit ku-amblaskan tongkat saktiku kedalam liang kenikmatan. Awalnya, sedikit macet penisku dibuatnya. Teh Nini pun berkata bahwa semenjak bercerai dengan suaminya ia belum pernah sekalpiun disetubuhi oleh orang lain, jadi maklum saja kini vaginanya terasa sempit kembali.

Setelah seperempat penisku tenggelam, kini akhirnya dapat kusodok juga memek berjembut lebat itu. “Akhhhh………..” Teh Nini mendesah keras ketika seluruh batang penisku amblas dilahap memeknya. Kudiamkan sebentar didalam, terasa kedutan kuat yang seolah menyedot penisku dari dalam. Kupegangi pinggul Teh Nini dengan kuat, lalu kugoyang memeknya maju mundur dengan tempo semakin lama semakin cepat.

“Plak..Plak…Plak” bunyi keras muncul akibat tumbukan paha kami berdua. Tampak dari atas kupandangi terdapat selulit yang melingkari pinggulnya, yah kuatahu itu adalah lemak Teh Nini karena ia jarang berolahraga. Tak jadi masalah, toh masih enak gini memeknya kusodok sodok. Keringatku bercucuran, lima menit sudah kami bergoyang dalam posisi menungging.

Akhirnya kurasakan kedutan yang semakin luarbiasa muncul dari dalam vagina Teh Nini, seketika itu menyemburlah cairan hangat dari dalam vaginanya dan mengguyur habis penisku yang masih tertancap didalam. Teh Nini orgasme, ia melenguh lenguh dan mendesah sembari tangannya meremas remas payudara yang sedang menggantung bebas itu.

“Uuuhh… aaaaachhhh… genjot terus Mikooo…. hamilin teteh sekaranggggg…….”

Tak ingin kehilangan momen akupun menaikan RPM genjotan, bunyi gesekan paha kami semakin kencang dan semakin membuat birahiku sampai diubun ubun, dan akhirnya.

“Aaaaaachhhh…. ……………“

Jebol sudah pertahananku, tubuhku menggelinjang untuk kedua kalinya, kusemprotkan spermaku kedalam vagina Teh Nini. Ia menoleh kebelakang menghadapku dan tersenyum manis.

“Makasih Miko… teteh puas banget malam ini….” Kata Teh Nini dengan lembutnya.

Ingatan ingatan tadi justru membuatku jadi terangsang, penisku yang hanya terbungkus kolor basket itu mendadak mengeras. Lalu kuputuskan untuk bangkit dari tempat tidur, sejenak bercermin akupun keluar membuka pintu kamar. Kukejutkan dan kupeluk Teh Nini dari belakang dan segera ia berbalik menatapku. Ingin kutuntaskan perasaan kentang yang melandaku saat ini, akan kusetubuhi dengan maksimal Ibu Kos istimewaku.

“Idih… baru bangun udah nakal…” Kata Teh Nini sembari mencubit hidungku.

KELUARGA PACARKU

KELUARGA PACARKU

saya agus 19 tahun,masih sekolah baru mau kuliah,postur saya tidak sebagus cowo lain gan,wajah apalagi,pas pas an bgt..tapi beruntung saya dpt cewe cantik cewe saya baik dan ga mandang fisik walaupun kadang ngeselin minta anter jemput..

singkat cerita saya sering main kerumah dia,sampe larut malem pula hehe,maklum lah anak muda,padahal dulu waktu pertama pacaran saya takut kerumahnya,banyak bgt yg saya takutkan,apalagi takut ortu nya galak.
tapi waktu pas saya kerumahnya,saya seneng bgt gan..ortunya ramah dan untung keluarganya juga welcome bgt sama saya.

Mamanya bernama tanten eva..
tante eva masih cantik dan sama sekali tidak terlihat keriput,badan bahenol yang terbentuk karena rajin olah raga,payudara masih kenceng,dan satu yang bikin saya suka bgt sama tante eva adalah dia gaul gan :army:

Dia selallu update berita tentang anak muda,dia juga suka nonton film ke bioskop apalagi horor indonesia,padahal kata saya sih horor indonesia tuh gak rame.

ane sering disuruh kerumahnya cewe ane gan,bukan buat pacaran..tapi disuruh nemenin tante eva..soalnya pacar ane sekolah pagi dan si om kerja sampe malem,jadi dirumahnya sepi,dan tante eva sering bbm ane kalau kesepian minta temenin,anesih mau aja gan,biar sekalian pas siangnya jemput cewe ane…

tante eva sering nyuruh nyuruh angkat barang,beli bumbu dapurmbeli minuman ke alfa…wah pokonya ane kaya babu deh gan,tpai kadang kadang bikin ane ngaceng juga..apalagi kalau haris sabtu pagi,tante eva pake baju erobik dan lari di treadmill…sambil cerita cerita masalah dia,,,ngaler ngidul kmn mana nyeritanya..

sambil nahan ngaceng,ane liatin toketnya tante..lari kecil di treadmill otomatis toketnya bergejolak dan ane gak kuat pengen megang,apalagi ngocok si jhoni yang tegang bgt,tanpa sadar ane gak dengerin tante ngomong..
“gus ! km ko bengong liatin tante ? dengerin cerita tante gak sih ?”
“eh maaf tante,dengerin ko hehe”
“km liatin apasih? ko sampe bengong gitu?”
“eh gapapa tante,cmn lg mikirin tugas aja”
“masa mikirin tugas sampe keringetan gitu sih,mana anu nya ngaceng lagi hahaha”

buset gan,ane langsung malu dan salah tingkah..ane cuman senyum aja kaya org idiot..

tante langsung pergi ke kamar mandi tanpa berkata apapun lagi..dan ane bingung lalu langsung pergi ke ruang tv aja daripada kayak org bego..
ane nonton tv deh..

pas lagi anteng nonton tante eva manggil dari kamar mandi

“gus,tolongin tante dong”

wih pikiran ane langsung gak karuan gan,ane bayangin minta di entot..

“iya tante,tolongin apa” ane ngomong depan pintu wc yang ngebuka dikit

“itu ambilin anduk di kamar tante,tante lupa bawa..abisnya tadi rusuh sih..”

“loh,gapapa tante saya masuk ke kamar tante ?”

“gapapa,tante percaya ko sama km gus”

“okedeh tan..bentar ya..”

“iya cepet gus”

ane pun langsung ke kamar tante eva,kamarnya cukup gede,kasur springbed yang empuk,dan ada gantungan BH dan lain lain,,ane iseng dikit mainin BH nya ane bau in juga CD yang nge gantung di kamarnya…tapi gak lama gan,ane kan harus ngasiin anduk.

“makasih ya gus”

“iya tante tenang aja hehe”

“km ngapain aja barusan pas tante mandi ? gak main main kan ?”

“main main apa maksudnya tante?”

“ah km kaya anak kecil aja malah nanya dibilang gitu..” sambil langsung menuju kamarnya..

ane pun bingung gak ngerti maksudnya kmn,terus nonton tv ajadeh,,,

tante eva keluar dari kamarnya,udah pake baju panjang,kebawahan pake leging..
langsung duduk deket ane,nimbrung ikut nonton tv

“pindahin gus,cari yang rame,gosip deh gosip,jam segini kan emg jam nya gosip”

mau gak mau..ane pindahin dah ke acara gosip,yg punya rmh yg nyurh kan hehe
dan kebetulan beritanya tentang rafi ahmad sama yuni sara yg lagi hot hotnya gan..

“gus,kata km normal gak sih si rafi ahmad suka tante tante kaya si yuni sara”

“normal ajasih tante,yg gak normal mah kalau rafi suka sama anak kecil hehe”

“ya tapi kan yuni tuh udah tua,si raffi kan bisa nyari yg masih muda..”

“mungkin masalah selera tante hehe,lagian yuni sara nya juga sama sama suka kan hehe”

“iya mungkin ya,dia pengen yg keras keras hahaha”

gue nyengir gakaruan deh si tante bilang gitu…

“eh gus,km udah ngapain aja sama anak tante ?”

“hah ? gak ngapa ngapain ko tan hehe”

“ah masa,tante sering loh liat nita malem malem ngedesah sambil pegang telpon,kirain phonesex sama km..wah jgn jgn nita selingkuh nih”

“eh tante maaf..” ane langsung pasang wajah takut gan,gila aja tante eva selama ini tau anaknya sering phonesex sama ane..

“haha jujur aja gus sama tante,jgn ditutup tutup…asalkan km jaga kehormatan nita ya,jgn sampe nita keperawanannya ilang..” sambil nyubit pipi ane..

“emm,,iya tante gakan ko,,agus tau batas ko..”

“ya bagus deh..gatau batas juga bagus gus,asal jgn sama nita hahaha”

“haha terus sama siapa dong tan ?”

“sama psk aja sana gus!”

“ah tante bisa aja,agus gamau sama psk tan haha” sukurdeh,suasana tegang mulai mencair…

“terus sama siapa dong gus,sama yuni sara ? haha”

“hahaha nanti rafi ahmad marah dong tan…”

“ya siapa dong yg km mau ?”

“maunya sih nita tan,tapikan gaboleh ya hahaha”

“ya masa nita sih,katanya tadi janji bakalan tau batas..”

“iya tante,makanya agus bingung ditanya gitu sama tante hehe”

“kalau agus mau sama nita,mau gak sama mamanya ?”

“hah ? mksdnya apa tante ?”

“ya sama tante…”

“apanya tante yg sama tante eva ?”

“segalanya gusss,km pura pura bego ah,tante gasuko cowo yang pura pura bego masalah ginian”

“emm gatau tante,agus bingung jawab apa..”

“hahaha tenang gus,tante gakan blg ke nita ko”

“ya gmn ya tante,,agus bingung..”

“jgn bingung,jwb aja mau atau gak nih”

“ehmm mau deh tan hehe”

“nah gitu dong gus dijawab..eh tapi agus beneran nih mau sama tante ? emg tante masih bikin pemuda ngaceng ya ?”

“ehmm kalau buat agus sih masih tan hehe,maaf tan agus lancang”

“gus,km gausah formal gini deh ngomongnya,panggilya skrg jgn pake tante ya,,tapi langsung eva aja gus” sambil nyubit pipi ane lagi

“loh kenapa tan…”

“eh…panggil eva gus ! jgn pake tante lagi,kita kan sekarang ada hubungan spesial ya gus,km kan tadi blg mau sama tante..eva juga mau gus sama km,anggap eva seumuran km ya..eva masih bisa ko bikin agus seneng,agus mau eva kaya gmn,,eva ikutin kemauan agus”

“iya tane siap”

PLAAAAK~~~ ane ditampar gan…

“panggil eva dong agus sayang,jgn tante lagi”

“aduh maaf tant…eh maaf eva…”

“nah gitu dong,kan bikin aku bergairah juga kalau dipanggil eva..”

“agus pernah gituan belum ?”

“belum va,agus belum pernah…”

“terus mau coba gak ?”
“hmm tapi bener eva gakan blg nita ? apa agus mimpi ?”

“udah gus,km jgn takut apa apa,biar konsekuensinya eva yg tanggung,lagian nita pasti ngerti ko..”

“maksudnya nita pasti ngerti apa ?”

“udah deh,km jalanin aja hubungan sama tante,nanti juga km tau ya sayang..”

“emm tapi gmn ya..”

“agus masih belum percaya…okedeh”

tiba tiba gan,tante eva narik ane pake tenaga banget..ane disuruh nyembah sama dia,dan janji bakal puasin dia hari ini
“gus,janji sama tante agus bakal muasin aku hari ini,aku pengen dijilatin sama km…”
“eh,,tapi agus belum pernah…”
“ya coba dong,,kan kalau km udah coba pasti jadi pernah,kamu pasti ketagihan..”

tante eva langsung buka bajunya,badannya wangi bgt,mungkin karena beres mandi..dan ternyata dia gapake bh apalagi Cd..dia langsung telanjang..

baru kali ini ane liat badan cewe yg sengaja bugil buat ane sendiri…dan rasanya sangat sangat indah,,,bagai ada disurga..

ane pegang paha tante eva,,

“tante serius ?”

“panggil eva dong sayang…cepet jilat jgn banyak bengong”

“oke eva,agus janji puasin km hari ini…tapi gmn kalau nita plg ?”

“gus jgn mikir yang ngga ngga deh,,cepettan”

ane gapikir panjang,ane jilatin aja sebisa ane,,soalnya ane belum pernah,,,tapi tante eva keliatan seneng bgt geliat geliat karna kegelian

“gusss terussss agak keras gus jilatnya…aahhhhh gus sedottttt gus jgn dijilat doang…”

“aaaaaaaahhhhhhh gusss……jilat kaya anjing gus….ayoddonggg..”

gila,ane disamain sama anjing..tapi gapapa,,ini kesempatan langka…

“eva..muncratin muka aku ya,,”

“iya agus sayang,makanya jilat yang cepet..”

langsung ane jilat lagi secepat kilat,…

“aaahh gusss,please gussss aaahhhhh gusss geli gussss aahhhhhhhhhhhhhhhhhh buka mulut km gusss cpt”

crotttt keluar cairan dari memeknya tante eva,rasanya agak hanyir,tapi sensasinya luar biasa,,gapernah ane bayangin bakal kaya gini…

tante eva langsung lemes..dia duduk…sambil liatin ane…sambil nafas terengah..

“gus jilatan km mantep bgt,,,eva sukaa…beda bgt sama si agung sialan…”

“loh emangnya om agung gmn va ?”

“haha mana bisa dia jilat kaya km gus,dia disuruh jilat aja gamau…”

“hmm gitu…mau agus jilat lagi sayang ??”

“boleh banget gus,seluruh badan yaa sayang”

“siap sayang..”

ane dorong badan tante sampe jadi tiduran,,dia pasrah bgt digimana gimanain sama ane..yaudah ane kepret toketnya…

plakkk~

“gussss..ko kasar sih…bisa lebih kasar gak !!”

gila gan dia malah minta dikasarin..ane pernah liat bokep yang cewenya disiksa siksa gitu…

“oke va,kalau mau yg lebih kasar,agus pernah nonton,,,agus praktekin ya,,,tapi kayanya sakit bgt..gpp ?”

“lakuin yang agus mau,,,bebas..”

ane buka baju,ane tutup mukanya tante pake baju ane..biar dia ga liat apa apa..

“tante jgn liat,cukup rasain aja yaaa”

“bebas gus ! tapi jgn panggil tante lagi dong..panggil eva aja…”

“iya maaf eva sayang,agus lupaa..”

terus ane buka sabuk,ane jadiin borgol buat tante eva..ane langsung guling gulingin dia ke depan tv..ane angkat…ane suruh dia jalan keruang tamu…
ane suka bayangin ngentot tante di ruang tamu dari dullu,,sofa nya empuk bgt gan..

ane tidurin tante di sofa…

“gus…ini ruang tamu ? jgn disini ah tante cape beresinnya entar..”

“udah diem eva sayang….cukup rasain aja yaaa”

ane langsung jilatin memeknya lagi…

“aaahhhhh gusss ahhhh…..”

“eva teriak yg kenceng bgt !!” sambil ane kepret mukanya yang ketutupan baju

“AHHHHHH AGUSSSA AHHHHHHH AMPUNNN GUSSS”

“diem va ! km yang minta dikasarin kan tadi”

“ahhhh guss teruusssinn lebih kerass…”

“kapan agus dijilatin km va ??” sambil ane sentil pentilnya..

“ahh guss sakit…terserah agus maunya kapan..”

“yaudah sekarang !!” sambil ane pelintir dua pentilnya,,,dia geliat kaya nahan sakit..

ane buka baju yg nutupin kepalanya.dia langsung liat kontol ane gan,,mukanya sange bener,,,
aneh baru liat tante tante kalau sange wajahnya asik bener…
ane langsung berdiri diatas sofa,jadi kontol ane pas bgt di depan mulut tante eva..

“makan nih va ! sekarang km yg puasin aku”

tante eva bukan main gan,,dia gak banyak ngomong,,,langsung sepong kontol ane…

“ahh tante jgn di gigit gitu…aaahhh aduh…”

“hehehe gapapa dong sayang…biar ada variasi..”

sialan variasi,diakata kontol gue motor bekjul pake variasi segala..
sumpah enak bgt gan di sepong sama yang pengalaman..
ane pegang kepala tante,,ane gerakin maju mundur…

“sayaaangg,,,sepongnya lebih cepet lagi ahhhhh ”

tante eva langsung nambahin speed gan…kontol ane berasa piston kebanyakan oli,,licin…

“anjiirrt eva….terusss….ahhhh enak bener lo nyepong nya”

aaaaaaaaahhhhhhhh~~ ane tahan kepalanya…biar kontol ane terus di dalem mulut tante..
dannn tante menelan segalanya.tanpa protes…dia narik nafas..karena cape..

“ahhh tante,keren…agus belum pernah kaya gini,…”

“sama gus..buka sabuk ini..tante mau ngasih agus sesuatu..”

ane bukain sabuk yg tadi iket tangannya..

“gus dari dulu tante pengen ngentot sambil nge gym..agus penuhin sensasi tante ya..”

“hmm boleh juga tuh,agus juga pengen..ayo va..”

malah jadi ane yang semangat..sampe di ruang kecil dirumah tante,yang disebut gym..

“eva sayang mau olah raga apa..?”

“sini gus,km tiduran di karpet..”

ane langsung nurut aja gan…ternyata…dia pengen WOT..woman on top…tapinya sambil bawa alat latihan otot…

“gus ini baru pertama memek aku di masukin cowo lain,,be happy ya sayang..”

“sama eva sayang,ini baru pertama kalinya aku ngentot..please do it now !!”

pok pok pok bunyi genjotan tante eva,ane disuruh diem sama dia,dia pengen dia yang genjot..
ane sih merem melek aja gan ke enakan…ahhhhh indahnya dunia..
“ahhh evaa enak bgttt”

“hhmmm kontol km keras juga gus…masih fresh”
aaahhhh ahhh guussss…

muka tante eva merah bgt,kaya di sauna gan,badannya juga panas..

“gus,jgn kaget,tante kalau sange bgt kaya gini nih..untung sekarang ada agus ahhhhh ahhhhh gus jgn banyak gerak.km diem aja..”

“iya sayaaang…ganti posisi ya sayang,aku pengen coba dari belakang..”

tante eva berenti genjot ane,langsung berdiri dan nungging sambil pegangan ke treadmill…

“gus,,kalau kamu gak jiji sekalian anal aja ya..hehe…tante seneng bgt kalau km mau anal”

“anal tuh apa eva sayang ?” ane berdiri juga sambil ngocok kontol sendiri

“sini deh…ini namanya anal gus..” dituntunya kontol gue ke loba pantat tante eva..

“entottin pantat yang ? yakin ? nanti sakit loh..”

“gapapa gus,aku sering ko…cepetan…”

slebbb slebb…perlu pembiasaan dulu buat ane ngerasa enak masukin kontol ke pantat tante yang bohay setengah mati..
tapi sensainya emg bener bener enak,lebih rapet dari memeknya tante,dan lebih dangkal lubangnya,kontol ane sampe di ujungnya,nabrak nabrak dinding pantat tante..

“aaahhhh gusssss km belum pernah yaa…”

“iya tante,kok tau..”

“kasar bgt sih,pelan pelan aja gus..biar kerasa enaknya,,ludahin sama km biar licin..”

ane cabut kontol bentar,ane buka pantatnya,terus ane ludahin…cuuhhhhcuhhhh

“ahh dingin”

“siap eva sayang,agus genjot km speed kereta ya..”

slebb slebb slebb slebb

“aaaah ah ah ah ahhhhh eenn aaakkk guuusss….ahhh teruuussss ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhhhahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh”

erangan panjang tante menandakan kalau dia udah gakuat lagi di anal,dia mengisyaratkan buat ganti gaya,..

“sakit gus..km terlalu keras…ganti gaya ya sayang..terserah km mau gmn..”

“yaudah,agus pengen entot km sambil berdiri..km agus gendong,agus entot km sambil jalan jalan dalem rumah..”

“emm aneh aneh aja nih ayang,emg km kuat angkat aku yang gendut gini..”

“gendut ? eva sayang,km tuh montok sexy bukan gendut..”

“iya iya tapi emangya km kuat ?”

“tenang aja sayang…udah sini..”

tante eva langsung naik ke pangkuan ane..mukanya ngadep ke ane,..ane arahin kontol ke atas dan….

“gusss ahhh ayoo jalan gusss ahh”

“agus kan mesinnya km,semakin km genjot,,semakin agus jalan…makanya eva genjot agus..”

“ahhh siii app guss ssss aahhh ss enakkk aaahhh”

ane langsung mulai perjalan yg ane gak pikirin sebelumnya,pertama ane bawa dia ke garasi,kanjut ke dapur..pikiran ane terbang di awang awang..

“teruss sayaangg aahhh bentar lagi sampe garasii…”

“guss jgn garasi,,,ahhh itukan kotor ahh ahh ahh”

“ya gapapa,udah eva nurut aja !”

sampe deh di garasi,ane langsung tidurin si tante di atas meja meja onderdil di dalem garasi..
ane remes remes toketnya…kenyal bgt…kaya jelly..ane emut putingnya,,kadang ane gigit

“guss gelii…ahh hahaha guss geli…”

dari dulu ane juga sering punya sensasi merkosa tante ane sendiri,jadi sekarang ane praktekin gan,ane belaga merkosa tante eva aja..

“diem va,jgn banyak ngomong,lakuin yang agus mau !”

“ahhh sayaanggg jgn galak gitu dong sama aku,..”

“diem lo tante tante gila” plakk plaak plaakk…

“gus ko tiba tiba kasar sih..” sambil megang pipinya yang barusan ane tampar..

“diem agus lagi perkosa km..”

“emm km main main ya…aku gamau diperkosaa….guss ampunin tante…tante gak mauu” tante langsung masang muka sedih dan takut

gila men,gak ane pikir si tante sange ini pinter akting juga,makin makin deh sensasi ane memuncak..dan bagus juga dia langsung konek sama keinginan ane..

“diem tante bangsat,sini buka selangkangan km !”

“ahh jgn guss,tante gamau,,,guss jgn…” sambil terus nutup selangkangannya…

ane terus paksa di buka selangakangan…dan akhirnya kendor juga…ane langsung serang lubang goa nya…

“aaguussssss siialan km…aguss anjingg….km tega begini sama tante…ahh aahhh sakit gusss ammpunnnin tante…”

gila nih tante,ko ane jadi kaya beneran merkosa ya,ah peduli amat,yang penting enak,sensasi tercapai…

“diem lo tante binal,masih mending anak lo gak gue entot juga…”

“ahhh ampunn guss…jgn gus jgn ke nita…ahhh ahhh agusss aaaaaaaaaaaa”

tante langsung kejang kejang dan mukanya setengah nahan enak…ane lanjut genjot dia,ane tau dia orgasme,tapi ane belum puas…ane terus entot dia…

“ahh guss udahh guss tante udahann…guss please…ampun…”

muka tante bener bener lelah,ane tetep gak berenti,cuman ane pelanin speednya..
sambil ngentot ane mikir,kenapa ga dari dulu ya gue entotin si tante bahenol ini,padahal kalau dari dulu banyak bgt kesempatan entotin dia setiap hari pun bisa malah..haha namanya juga hidup,penuh misteri…

BRAKKK!! suara pintu kebuka…

“MAMA ! AGUS !! KALIAN APA APAAN !!”

ane liat kepintu,mampus ane gan,cewe ane dateng..

“KALIAN NGAPAIN..
cewe ane langsung nangis di depan pintu..

“*****seperti yang km bayangin ko..agus bisa jelasin…”

“ahh nita tolongin mama,mama diperkosa agus..” tante eva langsung teriak teriak kaya yang gamau disalahin..

sialan nih tante,giliran paitnya,,dia ngaku diperkosa..

“gak nit,aku gak perkosa mama km..percaya sama agus nit..”

“GUS KENAPA KM TEGA GINI SAMA AKU
ewe ane terus mewek..

ane bingung harus gimana…ane cabut kontol ane..ane jalan ke deket nita..
tapi tante eva megang pundak ane,terus bisik bisik
“gus,kalau km mau..ajak nita..” bisik bisik

hah ? ajak nita…gila aja,nita kan pacar gue,masa iya gue nodain kaya ke ibunya..

“say,udah dong jgn nangis,agus udah ga ngentot mama km ko..maafin agus ya..”

“DIEM GUS,NITA KECEWA SAMA KM KALAU KM GA AJAK NITA !!” sambil jongkok liat ke arah ane..

waduh,gak salah denger nih ane ? apa barusan cewe ane yang cakepnya sejagad minta diajakin,*****ane pikir panjang,ane langsung deketin nita,pegang kepalanya,tutup idungnya,otomatis dia gak bisa nafas jadi nafas lewat mulut,dan torpedo ane masuk…ane maju mundurin kepalanya…

“gus,jgn terlalu kasar ke nita ya,tante mau mandi dulu…enjoy the day ya gus..”

“………iya tante,,” ane bingung juga kenapa kaya gini kejadiannya..

nita sekarang udah gak nangis…dia malah keliatan seneng sepong kontol ane…
ane suruh dia berenti,sekarang ane pengen ngomong serius..

“yang,maafin agus ya,..”

“gapapa gus,aku tau semuanya dari waktu km msh di gym sama mama..aku barusan cuman akting nangis aja biar bisa ikutan..”

sialan…ini keluarga emg pinter akting semua…ane baru sadar cewe ane emang anak teater…

“hah ? jadi km tau yg aku lakuin sama mama km”

“tau,dan aku malah seneng,mama gapernah selepas itu kalau dientot papa..”

“ko km tau sih ? ko bisa ?”

“aku sering diajakin threesome sama mama,dipaksa malah,cuman aku gamau.”

ebuseettttt ada mama ngajakin anaknya threesome…bener bener gila nih tante tante edan..
ganyangka bgt,tante eva yang sehari harinya baik santun,ngajak anaknya threeesome,,untung cewe ane gamau..

“yangg,aku pengen di kaya mama….anggap aja aku mama..yaa sayang,please…”

“eh tapi,km kan masih perawan..”

“km percaya aku masih perawan ? aku udah dientot papa dari umur 15 yang..dan mama juga tau !”

what the fuckk!! dientot bapanya di umur 15 ?? gilaaaaaa ane masuk lingkaran keluarga maniak sex…

tiba tiba nita cium ane,ane bales…kita berdua cipokan lebih dari 15 menit…
ane remes remes juga toketnya,yang gede,masih ketutupan sama seragam sekolah…

“nita,agus..kalian malah asik asikan..gimana nita anaku sayang,,mau threesome ?”

“mau mah kalau sama agus..”

“eh tapi tante,agus belum pernah,”

“udahlah gus,kontol keras km aja udah cukup bikin kita berdua puas..”

“emang sekeras apasih mah kontol agus,nita jadi penasaran…”

“yaudah nita anakuu,cobain duluan deh,,biar mama jilatin badan kalian berdua aja..”

“agus sayang,jgn bengong aja…bukain rok aku !”

ane bukain roknya nita tersayang gan,sambil mikir apa yang terjadi,serasa gamungkin kejadiannya sampe kaya gini..

“tiduran dong yang,aku pengen genjot km dari atas..”

“iyaa nita sayang,,,ehh tante ngapain ko jilatin ketek agus..”

“gapapa dong gus,tante kan sekarang cuman penonton aja,,”

nita langsung naik keatas meja..langusng genjot kontol ane yang belum ejakulasi dari tadi..

“anjirrttt gus kontol km keras bgt….papa aja kalah…gussss ahhhh kenapa km ga entot aku dari dulu guss ahhh”

“ayang suka ? lakuin aja yang km mau..”

“bangettt….ahhhh akkuuu sukaaa bgt…ahhh ahhh ahhh ahhhh”

“haha kalian berdua bergairah bgt,mama gamau kalah..gus km amu jilatin tante lagi ga ?”

“boleh tante,,gimana caranya…”

tante eva langsung naik ke atas meja juga dia posisi kencing cewe,tapi diatas muka ane..

“jilatin gus…yang pelan aja,,biar tanteng nikmatin lidah km yang panjang..nita sayang,sini toketnya mama remes ya..”

“ahh gusss aaahhh….maaah jgn kasar gitu remesnya,nita gasuka..”

“emmm km udah diremesin malah nawar…”

“tante..kalau om tau gmn nih ?” ane nanya

“haha kalau papa tau biarin aja,palingan dia minta gabung yang..”

buset anaknya aja ngomong gitu…

“iya gus,tenang aja,lagian kalau dia minta cerai tante oke oke aja,lagian si om emang punya selingkuhan..”

buseet nih si om,ada istri montok gini malah dianggurin,malah selingkuh…dunia memang tak adil gan…

“ya nanti biar agus yang penuhin kebutuhan batin tante ya..”

“ehhmmm yanggg jgn gitu ah,km kan tetep milik aku.. !” nita ngambek sambil ngentotin ane..

“tapi gapapa kan nak,kalau mama pinjem agus sesekali…”

“iya asal jgn keseringan,nanti pas nita mau agusnya loyo salah mama ya”

“ah km,nanti mama kasih uang deh yaa..”

“bener ya maa,,awas kalau engga..”

“nita sayang dan mamanya yang agus sangein…selesein sekarang yaa..agus kan bentar lagi masuk sekolah,,”

aahhh ahhh ahhh ahhh erangan mama dan anaknya bener bener bikin ane puas,nita muncratin orgasmenya ke tante eva,tante eva orgasme ke muka ane,..nita minta di jilatin memeknya sama tante eva,,ane ciuman terus sama nita…

udah jalan 3 bulan sejak kejadian..ane jadi sering nginep di rumah nita..dan percaya gak gan…ane pernah entot nita malem malem waktu bapanya ketiduran di ruang tv,ane entot nita depan bapanya yang lagi tidur..hehee

banyak banget sensasi yang belum ane lakuin sama tante binal dan anaknya ini…termasuk ngebujuk nita biar mau di anal..

surga dunia di rumah nita,spesialnya tante eva yang selalu bikin ane sange..

Mbak Dewi Pujaanku

Mbak Dewi Pujaanku

RAJA88BET – Mbak Dewi Pujaanku diawali dari jaman aku sma. Dulu waktu aku sma, aku selalu pilih-pilih dalam mencintai wanita. Hal ini yang jadi awal mula cerita seks sekaligus cerita sex yang akan aku ceritakan disini. Aku tak pernah mendekati seorang cewek pun di SMA. Padahal boleh dibilang aku ini bukan orang yang jelek-jelek amat. Para gadis sering histeris ketika melihat aku beraksi dibidang olahraga, seperti basket, lari dan

sebagainya. Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. Sebab aku tidak suka mereka. Untuk masalah pelajaran aku terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi teman-teman memanggilku kutu buku,  padahal masih banyak yang lebih pintar dari aku, mungkin karena aku mahir dalam bidang olahraga dan dalam pelajaran aku tidak terlalu bodoh saja akhirnya aku dikatakan demikian. Ketika kelulusan, aku pun masuk kuliah di
salah satu perguruan tinggi di Malang. Di sini aku numpang di rumah bibiku. Namanya Dewi. Aku biasanya memanggilnya mbak Dewi, kebiasaan dari kecil mungkin. Ia tinggal sendirian bersama kedua anaknya, semenjak suaminya meninggal ketika aku masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Yaitu berupa rumah makan yang lumayan laris, dengan bekal itu ia bisa menghidupi kedua anaknya yang masih duduk di SD. Ketika datang pertama kali di Malang, aku sudah dijemput pakai mobilnya. Lumayanlah, perjalanan dengan menggunakan kereta cukup melelahkan.

Pertamanya aku tak tahu kalau itu adalah mbak Dewi. Sebab ia kelihatan muda. Aku baru sadar ketika aku menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya. Lalu kami bertegur sapa. Hari itu juga jantungku  berdebar. Usianya masih 32 tapi dia sangat cantik. Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih seperti gadis. Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar. “Capek Dek Iwan?”, tanyanya.

“Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku. “Tapi mbak Dewi masih cantik ya?” Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu”. Selama tinggal di rumahnya mbak Dewi. Aku sedikit demi sedikit mencoba akrab dan mengenalnya. Banyak sekali hal-hal yang bisa aku ketahui dari mbak Dewi. Dari kesukaannya, dari pengalaman hidupnya. Aku pun jadi dekat dengan anak-anaknya. Aku sering mengajari mereka  pelajaran sekolah.
Tak terasa sudah satu semester lebih aku tinggal di rumah ini. Dan mbak Dewi sepertinya adalah satu-satunya wanita yang menggerakkan hatiku. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi aku tak yakin  apakah ia cinta juga kepadaku. Apalagi ia adalah bibiku sendiri. Malam itu sepi dan hujan di luar sana. Mbak Dewi sedang nonton televisi. Aku lihat kedua anaknya sudah tidur. Aku keluar dari kamar dan ke ruang depan. Tampak
mbak Dewi asyik menonton tv. Saat itu sedang ada sinetron. “Nggak tidur Wan?”, tanyanya. “Masih belum ngantuk mbak”, jawabku. Aku duduk di sebelahnya. Entah kenapa lagi – lagi dadaku berdebar kencang. Aku bersandar di sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Dewi. Ia tak menyadarinya. Lama kami terdiam. “Kamu banyak diam ya”, katanya. “Eh..oh, iya”, kataku kaget. “Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya. “Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja”, jawabku.

“Ah kamu, ada-ada aja” “Serius mbak” “Makasih” “Restorannya gimana mbak? Sukses?” “Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Banyak karyawannya, urusan kerjaan semuanya tak serahin ke general managernya. Mbak sewaktu-waktu saja ke sana”, katanya. “Gimana kuliahmu?” “Ya, begitulah mbak, lancar saja”, jawabku. Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. “Saya pijetin ya mbak, sepertinya mbak capek”. “Makasih, nggak usah ah”

“Nggak papa koq mbak, cuma dipijit aja, emangnya mau yang lain?”Ia tersenyum, “Ya udah, pijitin saja” Aku memijiti pundaknya, punggungnya, dengan pijatan yang halus, sesekali aku meraba ke bahunya. Ia memakai tshirt ketat. Sehingga aku bisa melihat lekukan tubuh dan juga tali bh-nya. Dadanya mbak Dewi besar juga. Tercium bau harum parfumnya. “Kamu sudah punya pacar Wan?”, tanya mbak Dewi.
“Nggak punya mbak” “Koq bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?”

“Saya aja yang nggak tertarik ama mereka” “Lha koq aneh? Denger dari mama kamu katanya kamu itu sering dikirimi surat cinta” “Iya, waktu SMA. Kalau sekarang aku menemukan cinta tapi sulit  mengatakannya” “Masa’?” “Iya mbak, orangnya cantik, tapi sudah janda”, aku mencoba memancing. “Siapa?” “Mbak Dewi”. Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu ini”.

“Aku serius mbak, nggak bohong, pernah mbak tahu aku bohong?”, Ia diam. “Semenjak aku bertemu mbak Dewi, jantungku berdetak kencang. Aku tak tahu apa itu. Sebab aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Semenjak itu pula aku menyimpan perasaanku, dan merasa nyaman ketika berada di samping mbak Dewi. Aku tak tahu apakah itu cinta tapi, kian hari dadaku makin sesak. Sesak hingga aku tak bisa

berpikir lagi mbak, rasanya sakit sekali ketika aku harus membohongi diri kalau aku cinta ama mbak”, kataku. “Wan, aku ini bibimu”, katanya. “Aku tahu, tapi perasaanku tak pernah berbohong mbak, aku mau jujur kalau aku cinta ama mbak”, kataku sambil memeluknya dari belakang. Lama kami terdiam. Mungkin hubungan yang kami rasa sekarang mulai canggung. Mbak Dewi mencoba melepaskan pelukanku.

“Maaf wan, mbak perlu berpikir”, kata mbak Dewi beranjak. Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala. Cukup lama aku ada di ruangan tengah, hingga tengah  malam kira-kira. Aku pun mematikan tv dan menuju kamarku. Sayup-sayup aku terdengar suara isak tangis di kamar mbak Dewi. Aku pun mencoba menguping.

“Apa yang harus aku lakukan?….Apa…” Aku menunduk, mungkin mbak Dewi kaget setelah pengakuanku tadi. Aku pun masuk kamarku dan tertidur. Malam itu aku bermimpi basah dengan mbak Dewi. Aku bermimpi bercinta dengannya, dan paginya aku dapati celana dalamku basah. Wah, mimpi yang indah. Paginya, mbak Dewi selesai menyiapkan sarapan. Anak-anaknya sarapan. Aku baru keluar dari kamar mandi. Melihat mereka

dari kejauhan. Mbak Dewi tampak mencoba untuk menghindari pandanganku. Kami benar-benar canggung pagi itu. Hari ini nggak ada kuliah. Aku bisa habiskan waktu seharian di rumah. Setelah ganti baju aku  keluar kamar. Tampak mbak Dewi melihat- lihat isi kulkas. “Waduh, wan, bisa minta tolong bantu mbak?”, tanyanya. “Apa mbak?” “Mbak mau belanja, bisa bantu mbak belanja? Sepertinya isi kulkas udah mau habis”,katanya. “OK”

“Untuk yang tadi malam, tolong jangan diungkit-ungkit lagi, aku maafin kamu tapi jangan dibicarakan di depan anak-anak”, katanya. Aku mengangguk. Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Dewi sekolah. Lalu kami pergi belanja. Lumayan banyak belanjaan kami. Dan aku menggandeng tangan mbak Dewi. Kami mirip sepasang suami istri, mbak Dewi rasanya nggak menolak ketika tangannya aku
gandeng.Mungkin karena barang bawaannya banyak. Di mobil pun kami diam. Setelah belanja banyak itu kami tak mengucapkan sepatah kata pun.

Namun setiap kali aku bilang ke mbak Dewi bahwa perasaanku serius. Hari-hari berlalu. Aku terus bilang ke mbak Dewi bahwa aku cinta dia. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Aku membelikan sebuah gaun. Aku memang menyembunyikannya. Gaun ini sangat mahal, hampir dua bulan uang sakuku habis. Terpaksa nanti aku minta ortu kalau lagi butuh buat kuliah. Saat itu anak-anak mbak Dewi sedang
sekolah. Mbak Dewi merenung di sofa.

Aku lalu datang kepadanya. Dan memberikan sebuah kotak hadiah. “Apa ini?”, tanyanya. “Kado, mbak Dewikan ulang tahun hari ini”, Ia tertawa. Tampak senyumnya indah hari itu. Matanya berkaca-kaca ia mencoba menahan air matanya. Ia buka kadonya dan mengambil isinya. Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewan. “Indah sekali, berapa harganya?”, tanyanya. “Ah nggak usah dipikirkan mbak”, kataku

sambil tersenyum. “Ini kulakukan sebagai pembuktian cintaku pada mbak” “Sebentar ya”, katanya. Ia buru-buru masuk kamar sambil membawa gaunnya. Tak perlu lama, ia sudah keluar dengan memakai baju itu. Ia benar-benar cantik. “Bagaimana wan?”, tanyanya. “Cantik mbak, Superb!!”, kataku sambil mengacungkan jempol. Ia tiba-tiba berlari dan memelukku. Erat sekali, sampai aku bisa merasakan dadanya.

“Terima kasih” “Aku cinta kamu mbak”, kataku. Mbak Dewi menatapku. “Aku tahu” Aku memajukan bibirku, dan dalam sekejap bibirku sudah bersentuhan dengan bibirnya. Inilah first kiss kita. Aku menciumi bibirnya, melumatnya, dan menghisap ludahnya. Lidahku bermain di dalam mulutnya, kami berpanggutan lama sekali. Mbak Dewi mengangkat paha kirinya ke pinggangku, aku menahannya dengan tangan kananku. Ia jatuh ke sofa, aku lalu mengikutinya. “Aku juga cinta kamu wan, dan aku bingung”, katanya.

“Aku juga bingung mbak” Kami berciuman lagi. Mbak Dewi berusaha melepas bajuku, dan tanpa sadar, aku sudah hanya bercelana dalam saja. Penisku yang menegang menyembul keluar dari CD. Aku  membuka resleting bajunya, kuturunkan gaunnya, saat itulah aku mendapati dua buah bukit yang ranum. Dadanya benar- benar besar. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. Aku lalu menurunkan terus hingga ke bawah. Ha? Nggak ada CD?

Jadi tadi mbak Dewi ke kamar ganti baju sambil melepas CD-nya. “Nggak perlu heran Wan, mbak juga ingin ini koq, mungkin inilah saat yang tepat”, katanya. Aku lalu benar-benar menciumi kewanitaannya. Kulumat, kujilat, kuhisap.Aku baru pertama kali melakukannya.  Rasanya aneh, tapi aku suka. Aku cinta mbak Dewi. Mbak Dewi meremas rambutku, menjambakku. Ia menggelinjang. Kuciumi pahanya, betisnya, lalu ke jempol kakinya. Kuemut jempol kakinya. Ia terangsang sekali.

Jempol kaki adalah bagian paling sensitif bagi wanita. “Tidak wan, jangan….AAAHH”, mbak Dewi memiawik. “Kenapa mbak?” kataku. Tangannya mencengkram lenganku. Vaginanya basah sekali. Ia  memejamkan mata, tampak ia menikmatinya. “Aku keluar wan” Ia bangkit lalu menurunkan CD-ku. Aku duduk di sofa sambil memperhatikan apa yang dilakukannya. “Gantian sekarang”, katanya sambil tersenyum.

Ia memegang penisku, diremas-remas dan dipijat-pijatnya. Oh…aku baru saja merasakan penisku dipijat wanita. Tangan mbak Dewi yang lembut, hangat lalu mengocok penisku. Penisku makin lama makin  panjang dan besar. Mbak Dewi menjulurkan lidahnya. Dia jilati bagian pangkalnya, ujungnya, lalu ia masukkan ujung penisku ke dalam mulutnya. Ia hisap, ia basahi dengan ludahnya. Ohh…sensasinya luar biasa.

“Kalau mau keluar, keluar aja nggak apa-apa wan”, kata mbak Dewi. “Nggak mbak, aku ingin keluar di situ aja?”, kataku sambil memegang liang kewanitaannya. Ia mengerti, lalu aku didorongnya. Aku berbaring, dan ia ada di atasku. Pahanya membuka, dan ia arahkan penisku masuk ke liang itu. Agak seret, mungkin karena memang ia tak pernah bercinta selain dengan suaminya. Masuk, sedikit demi sedikit dan bless….Masuk semuanya. Ia bertumpu dengan sofa, lalu ia gerakkan atas bawah.

“Ohh….wan…enak wan…”, katanya. “Ohhh…mbak…Mbak Dewi…ahhh…”, kataku. Dadanya naik turun. Montok sekali, aku pun meremas-remas dadanya. Lama sekali ruangan ini dipenuhi suara desahan kami dan suara dua daging beradu. Plok… plok..plok..cplok..!! “Waan…mbak keluar lagi…AAAHHHH”Mbak Dewi ambruk di atasku. Dadanya menyentuh dadanku, aku memeluknya erat. Vaginanya benar-benar menjepitku kencang sekali.

Perlu sedikit waktu untuk ia bisa bangkit. Lalu ia berbaring di sofa. “Masukin wan, puaskan dirimu, semprotkan cairanmu ke dalam rahimku. Mbak rela punya anak darimu wan”, katanya. Aku tak menyia-nyiakannya. Aku pun memasukkannya. Kudorong maju mundur, posisi normal ini membuatku makin keenakan. Aku menindih mbak Dewi, kupeluk ia, dan aku terus menggoyang pinggulku. Rasanya udah sampai di ujung. Aku mau meledak. AAHHHH…. “Oh wan…wan…mbak keluar lagi”,

mbak Dewi mencengkram punggungku. Dan aku menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Vaginanya mbak Dewi mencengkramku erat sekali, aku keenakkan. Kami kelelahan dan tertidur di atas sofa, Aku memeluk mbak Dewi. Siang hari aku terbangun oleh suara HP. Mbak Dewi masih di pelukanku. Mbak Dewi dan aku terbangun. Kami tertawa melihat kejadian lucu ini. Waktu jamnya menjemput

anak-anak mbak Dewi sepertinya. Mbak Dewi menyentuh penisku. “Ini luar  biasa, mbak Dewi sampe keluar berkali-kali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?” “eh?”, aku kaget. “Sebenarnya, aku dan ibumu itu bukan saudara kandung. Tapi saudara tiri. Panjang ceritanya. Kalau kamu mau, aku rela jadi istrimu, asal kau juga mencintai anak- anakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu”, katanya. Aku lalu memeluknya, “aku bersedia mbak”.

Setelah itu entah berapa kali aku mengulanginya dengan mbak Dewi, aku mulai mencoba berbagai gaya. Mbak Dewi sedikit rakus setelah ia menemukan partner sex baru. Ia suka sekali mengoral punyaku, mungkin karena punyaku terlalu tangguh untuk liang kewanitaannya. hehehe…tapi itulah cintaku, aku cinta dia dan dia cinta kepadaku. Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. Sampai kini pun ia masih seperti dulu, tidak berubah, tetap cantik.

KUNIKMATI TANTE LENA

RAJA88BET – Cerita Sex KUNIKMATI TANTE LENA Dimana kali ini merupakan pengalaman bercinta yang pernah aku alamin pada masa mau keluar dari kuliah.Petualangan cinta dengan tante LENA merupakan sebuah pengalaman sex yang tidak bisa aku lupakan karena hal ini aku bisa melakukan bercinta dengan tante yang melebihi usiaku pada saat ini yang mengijak ke 25 tahun dan tante LENA ber umur 32 tahun tapi masih kelihatan seumuran dengan ku.
memang tante ini suka merawat tubuhnya disalon dan rutin dengan olah raga jadi masih kelihatan muda sekali.Oh ya perkenalkan namaku Djoel ceritaku ini merupakan sebuah pengalaman pribadi .

Tante LENA mempunyai wajah yang cantik dengan rambut sebahu. Kulitnya putih bersih. Selain itu yang membuatku selama ini terpesona adalah payudara tante LENA yang luar biasa montok. Perkiraanku payudaranya berukuran 36C. Ditambah lagi pinggul aduhai yang dimiliki oleh janda cantik itu. Bodi tante LENA yang indah itulah yang membuatku tak dapat menahan birahiku dan selalu berangan-angan bisa menikmati tubuhnya yang padat berisi. Setiap melakukan onani, wajah dan tubuh tetanggaku itu selalu menjadi inspirasiku.

Pagi itu jam sudah menunjukan angka tujuh. Aku sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Motor aku jalankan pelan keluar dari gerbang rumah. Dikejauhan aku melihat sosok seorang wanita yang berjalan sendirian. Mataku secara reflek terus mengikuti wanita itu. Maklum aja, aku terpesona melihat tubuh wanita itu yang menurutku aduhai, meskipun dari belakang. Pinggul dan pantatnya sungguh membuat jantungku berdesir. Saat itu aku hanya menduga-duga kalau wanita itu adalah tante LENA.
Bersamaan dengan itu, celanaku mulai agak sesak karena kontolku mulai tidak bisa diajak kompromi alias ngaceng berat. Perlahan-lahan motor aku arahkan agak mendekat agar yakin bahwa wanita itu adalah tante LENA.“Eh tante LENA. Mau kemana tante?” sapaku. Tante LENA agak kaget mendengar suaraku. Tapi beliau kemudian tersenyum manis dan membalas sapaanku.

“Ehm.. Kamu Djoel. Tante mau ke kantor. Kamu mau ke kampus?” tante LENA balik bertanya.“Iya nih tante. Masuk jam delapan. Kalau gitu gimana kalau tante saya anter dulu ke kantor? Kebetulan saya bawa helm satu lagi,” kataku sambil menawarkan jasa dan berharap tante LENA tidak menolak ajakanku. Nggak usah deh, nanti kamu terlambat sampai kampus lho”

Suara tante LENA yang empuk dan lembut sesaat membuat penisku semakin menegang. “Nggak apa-apa kok tante. Lagian kampus saya kan sebenarnya dekat,” kataku sambil mataku selalu mencuri pandang ke seluruh tubuhnya yang pagi itu mengenakkan bletzer  dan celana panjang. Meski tertutup oleh pakaian yang rapi, tapi aku tetap bisa melihat kemontokan payudaranya yang lekukannya tampak jelas.

“Benar nih Djoel mau nganterin tante ke kantor? Kalau gitu bolehlah tante bonceng kamu,” kata tante LENA sambil melangkahkan kakinya diboncengan. Aku sempat agak terkejut karena cara membonceng tante yang seperti itu. Tapi bagaimanapun aku tetap  diuntungkan karena punggungku bisa sesekali merasakan empuknya payudara tante yang memang sangat aku kagumi.  Apalagi ketika melewati gundukan yang ada di jalan, rasanya buah dada tante semakin tambah menempel di punggungku.
Pagi itu tante LENA aku anter sampai ke kantornya. Dan aku segera menuju ke kampus dengan perasaan senang. Waktu itu hari sabtu. Kebetulan kuliahku libur. Tiba-tiba telepon di sebelah tempat tidurku berdering.  Segera saja aku angkat. Dari seberang terdengar suara lembut seorang wanita. “Bisa bicara dengan Djoel?” “Iya saya sendiri?” jawabku masih dengan tanda tanya karena merasa asing dengan suara ditelepon.

“Selamat pagi djoel. Ini tante LENA…!,” aku benar-benar kaget bercampur aduk. “Se.. Selamat.. Pa.. Gi tante. Wah tumben nelpon saya. Ada yang bisa saya bantu tante?” kataku agak gugup. “Pagi ini kamu ada acara nggak djoel? Kalau nggak ada acara datang ke rumah tante ya. Bisa kan?” Pinta tante Keny dari ujung telepon. “Eh.. Dengan senang hati tante. Nanti sehabis mandi saya langsung ke tempat tante,” jawabku. Kemudian sambil secara reflek tangan kiriku memegang kontolku yang mulai membesar karena membayangkan tante LENA.

“Baiklah kalau begitu. Aku tunggu ya. Met pagi djoel.. Sampai nanti!” suara lembut tante LENA yang bagiku sangat menggairahkan itu akhirnya hilang diujung tepelon sana. Pagi itu aku benar-benar senang mendengar permintaan tante LENA untuk datang ke rumahnya. Dan pikiranku nglantur kemana-mana.  Sementara tanganku masih saja mengelus-elus penisku yang makin lama, makin membesar sambil membayangkan  jika yang memegang kontolku itu adalah tante LENA. Karena hasratku sudah menggebu,
maka segera saja aku lampiaskan birahiku itu dengan onani. Aku bayangkan aku sedang bersetubuh dengan tante LENA yang sudah telanjang bulat sehingga payudaranya yang montok  menunggu untuk dikenyot dan diremas. Mulut dan tanganku segera menyapu seluruh tubuh Tante LENA. “Tante.. Tubuhmu indah sekali. Payudaramu montok sekali tante. Aaah.. Ehs.. Ah,”  mulutku mulai merancau membayangkan nikmatnya ML dengan tante LENA.

Jarum jam sudah menunjuk ke angka 8 lebih 30 menit. Aku sudah selesai mandi dan berdandan. “Nah, sekarang saatnya berangkat ke tempat tante LENA. Aku sudah nggak tahan pingin lihat kemolekan
tubuhmu dari dekat sayang,” gumamku dalam hati.

Kulangkahkan kakiku menuju rumah tante LENA yang hanya berjarak 100 meter aja dari rumahku.  Sampai di rumah janda montok itu, segera saja aku ketuk pintunya. “Ya, sebentar,” sahut suara seorang wanita dari dalam yang tak lain adalah tante LENA. Setelah pintu dibuka, mataku benar-benar dimanja oleh tampilan sosok tante LENA yang aduhai dan berdiri persis di hadapanku.
Pagi itu tante mengenakan celana street hitam dipadu dengan atasan kaos ketat berwarna merah dengan belahan lehernya  yang agak ke bawah. Sehingga nampak jelas belahan yang membatasi kedua payudaranya yang memang montok luar biasa.  ante LENA kemudian mengajakku masuk ke dalam rumahnya dan menutup serta mengunci pintu kamar tamu.  Aku sempat dibuat heran dengan apa yang dilakukan janda itu.“Ada apa sih tante, kok pintunya harus ditutup dan dikunci segala?” tanyaku penasaran.

Senyuman indah dari bibir sensual tante LENA mengembang sesaat mendengar pertanyaanku. “Oh, biar aman aja. Kan aku mau ajak kamu ke kamar tengah biar lebih rilek ngobrolnya sambil nonton TV,”
jawab tante LENA seraya menggandeng tanganku mengajak ke ruangan tengah.

Sebenarnya sudah sejak di depan pintu tadi penisku tegang karena terangsang oleh penampilan tante LENA.  Malahan kali ini tangan halusnya menggenggam tanganku, sehingga kontolku nggak bisa diajak kompromi  karena semakin besar aja. Di ruang tengah terhampar karpet biru dan ada dua bantal besar diatasnya.  Sementara diatas meja sudah disediakan minuman es sirup berwarna merah. Kami kemudian duduk berdampingan.

“Ayo djoel diminum dulu sirupnya,” kata tante padaku. Aku kemudian mengambil gelas dan meminumnya. “djoel. Kamu tahu nggak kenapa aku minta kamu datang ke sini?”  tanya tante Ken sambil tangan kanan beliau memegang pahaku hingga membuatku terkejut dan agak gugup. “Ehm.. Eng.. Nggak tante,” jawabku. “Tante sebenarnya butuh teman ngobrol…. Maklumlah anak-anak tante sudah jarang sekali pulang karena kerja mereka di luar kota dan harus sering menetap disana.
Jadinya ya.. Kamu tahu sendiri kan, tante kesepian. Kira-kira kamu mau nggak jadi teman ngobrol tante? Nggak harus setiap hari kok..!,” kata tente Ken seperti mengiba. Dalam hati aku senang karena kesempatan untuk bertemu dan berdekatan dengan tante akan terbuka luas.  Angan-angan untuk menikmati pemandangan indah dari tubuh janda itu pun tentu akan menjadi kenyataan.

“Kalau sekiranya saya dibutuhkan, ya boleh-boleh aja tante.  Justru saya senang bisa ngobrol sama tante.  Biar saja juga ada teman. Bahkan setiap hari juga nggak apa kok” Tante tersenyum mendengar jawabanku.

Akhirnya kami berdua mulai ngobrol tentang apa saja sambil menikmati acara di TV.  Enjoi sekali. Apalagi bau wangi yang menguar dari tubuh tante membuat angan-anganku semakin melayang jauh. “djoel, udara hari ini panas ya? Tante kepanasan nih. Kamu kepanasan nggak?” tanya tante LENA yang kali ini sedikit manja. “Ehm.. Iya tante. Panas banget. Padahal kipas anginnya sudah dihidupin,”
jawabku sambil sesekali mataku melirik buah dada tante yang agak menyembul,  seakan ingin meloncat dari kaos yang menutupinya. Mata Tante LENA terus menatapku hingga membuatku sedikit grogi,  meski sebenarnya birahiku sedang menanjak.  Tanpa kuduga, tangan tante memegang kancing bajuku. “Kalau panas dilepas aja ya djoel, biar cepet adem,” kata tante LENA sembari membuka satu-persatu kancing bajuku,  dan melepaskannya hingga aku telanjang dada..

Aku saat itu benar-benar kaget dengan apa yang dilakukan tante padaku.  Dan aku pun hanya bisa diam terbengong-bengong.  Aku tambah terheran-heran lagi dengan sikap tente LENA pagi itu yang memintaku  untuk membantu melepaskan kaos ketatnya. “djoel, tolongin tante dong. Lepasin kaos tante. Habis panas sih..,”  inta tante Ken dengan suara yang manja tapi terkesan menggairahkan.

Dengan sedikit gemetaran karena tak menyangka akan pengalaman nyataku ini,  aku lepas kaos ketat berwarna merah itu dari tubuh tante LENA.  Dan apa yang berikutnya aku lihat sungguh membuat darahku berdesir dan penisku semakin tegang membesar  serta jantung berdetak kencang. Payudara tante Ken yang besar tampak nyata di depan mataku,  tanpa terbungkus kutang. Dua gunung indah milik janda itu tampak kencang dan padat sekali.

“Kenapa djoel. Kok tiba-tiba diam?” tanya tante LENA padaku. “E.. Em.. Nggak apa-apa kok tante,” jawabku spontan sambil menundukkan kepala. “Ala.. enggak usah pura-pura. Aku tahu kok apa yang sedang kamu pikirkan selama ini. Tante sering memperhatikan kamu. djoel sebenarnya sudah lama pingin ini tante kan?” kata tante sambil meraih kedua tanganku dan meletakkan
telapak tanganku di kedua buah dadanya yang montok. “Ehm.. Tante.. Sa.. Ya.. Ee..,” aku seperti tak mampu menyelesaikan kata-kataku karena gugup.  Apalagi tubuh tante LENA semakin merapat ke tubuhku. “djoel.. Remas susuku ini sayang. Ehm.. Lakukan sesukamu.

Nggak usah takut-takut sayang. Aku sudah lama ingin menimati kehangatan dari seorang laki-laki,” rajuk tante LENA sembari menuntun tanganku meremas payudara montoknya. Sementara kegugupanku sudah mulai dapat dikuasai.  Aku semakin memberanikan diri untuk menikmati kesempatan langka yang selama ini hanya ada dalam angan-anganku saja.
Dengan nafsu yang membara, susu tante LENA aku remas-remas. Sementara bibirku dan bibirnya  saling berpagutan mesra penuh gairah. Entah kapan celanaku dan celana tante lepas,  yang pasti saat itu tubuh kami berdua sudah polos tanpa selembar kainpun menempel di tubuh.
Permaianan kami semakin panas.
Setelah puas memagut bibir tante, mulutku seperti sudah nggak sabar untuk menikmati payudara montoknya “Uuhh.. Aah..” Tante LENA mendesah-desah tatkala lidahku menjilat-jilat ujung puting susunya yang berbentuk dadu. Aku permainkan puting susu yang munjung dan menggiurkan itu dengan bebasnya.  Sekali-kali putingnya aku gigit hingga membuat Tante Ken menggelinjang merasakan kenikmatan.
Sementara tangan kananku mulai menggerayangi ‘vagina’ yang sudah mulai basah. Aku usap-usap bibir vagina tante dengan lembut hingga desahan-desahan menggairahkan semakin keras dari bibirnya.

“djoel.. Nik.. Maat.. Sekali sa.. Yaang.. Uuuhh.. Puasin tante sayang.. Tubuhku adalah milikmu,”  suara itu keluar dari bibir janda montok itu. Aku menghiraukan ucapan tante karena sedang asyik menikmati tubuh moleknya.  Perlahan setelah puas bermain-main dengan payudaranya mulutku mulai kubawa ke bawah  menuju vagina tante LENA yang bersih terawat tanpa bulu.  Dengan leluasa lidahku mulai menyapu vagina yang sudah basah oleh cairan.

Aku sudah tidak sabar lagi. Batang penisku yang sudah sedari tadi tegak berdiri ingin sekali merasakan jepitan vagina janda cantik nan montok itu. Akhirnya, perlahan kumasukkan batang penisku ke celah-celah vagina.  Sementara tangan tante membantu menuntun tongkatku masuk ke jalannya. Kutekan perlahan dan.. “Aaah..” suara itu keluar dari mulut tante Ken setelah penisku berhasil masuk ke dalam liang senggamanya. Kupompa penisku dengan gerakan naik turun. Desahan dan erangan yang menggairahkanpun meluncur dari mulut tante yang sudah semakin panas birahinya.

“Aach.. Ach.. Aah.. Terus sayang.. Lebih dalam.. Lagi.. Aah.. Nik.. Mat..,” tante Ken mulai menikmati permainan itu. Aku terus mengayuh penisku sambil mulutku melumat habis kedua buah dadanya yang montok.  Mungkin sudah 20 menitan kami bergumul.  Aku merasa sudah hampir tidak tahan lagi.  Batang kemaluanku sudah nyaris menyemprotkan cairan sperma.

“Tante.. Punyaku sudah mau keluar..” “Tahan seb.. Bentar sayang.. Aku jug.. A.. Mau sampai.. Aaach..” akhirnya tante LENA tidak tahan lagi. Kamipun mengeluarkan cairan kenikmatan secara hampir bersamaan.  Banyak sekali air mani yang aku semprotkan ke dalam liang senggama tante,  hingga kemudian kami kecapekan dan berbaring di atas karpet biru. “Terima kasih djoel. Tante puas dengan permainan ini. Kamu benar-benar jantan.  Kamu nggak nyeselkan tidur dengan tante?” tanya beliau padaku. Aku tersenyum sambil mencium kening janda itu dengan penuh sayang. “Aku sangat senang tante. Tidak kusangka tante memberikan kenikmatan ini padaku.  Karena sudah lama sekali aku berangan-angan bisa menikmati tubuh tante yang montok ini”

Tante LENA tersenyum senang mendengar jawabanku. “djoel sayang. Mulai saat ini kamu boleh tidur dengan tante kapan saja,  karena tubuh tante sekarang adalah milikmu.  Tapi kamu juga janji lho. Kalau tante kepingin.. kamu temani tante ya.,” kata tante LENA kemudian. Aku tersenyum dan mengangguk tanda setuju.  Dan kami pun mulai saling merangsang dan bercinta untuk yang kedua kalinya.

KEBINALAN MERTUAKU

KEBINALAN MERTUAKU

RAJA88BET – Cerita Sex Kebinalan Mertuaku Perkenalkan namaku yuligus baru saja menikah di usia 23 dengan Khusna istriku 20 tahun.sekitar 3 bulan aku menikah dan sementara tinggal bersama kedua mertuaku…Siti nama emak mertua ku umurnya 43 tahun dan Khasan bapak mertuaku 45 tahun mereka cuma punya 1 anak saja yaitu istriku..Kami tinggal di sebuah perkampungan pinggir kota daerah S…bapak mertua ku bekerja sebagai petani sedangkan emak mertua ku membuka warung sembako di pinggir jalan di bantu oleh istriku…

Aku sendiri bekerja sebagai kuli bangunan karena aku dulu tamatan SMP saja…Tubuh emakku masih enak di pandang apalagi tokednya itu yang sangat besar.kadang2 aku curi curi pandang ke tokednya waktu dirumah hanya memakai daster tanpa lengan saja..wajahnya juga cantik seperti istriku …aku terangsang ketika melihat mertua ku dan aku lempiaskan langsung ke istriku tapi dengan membayangkan sedang memgentoti mertua ku…sampai2 2-3 ronde meski istriku kewalahan…

Waktu itu aku sedang libur karena tidak ada proyek .jadi dirumah sendirian karena istri membantu mertua.dirumah hanya menonton tv saja untuk menghilangkan bosan.

Waktu itu pukul 10 siang tiba tiba emak mertua pulang…”Lho emak kok sudah pulang “tanya ku “Memang biasanya kalo jam segini pulang Gus mau mandi…nah kamu sendiri kok gak berangkat kerja”
“Owlah..sedang tidak ada proyek Mak jadi sementara libur dulu ”
“Ow yaudah kalo begitu…emak mau mandi dulu ya Gus ”
“Iya mak”

Mata ku tak hensti2 nya menatap goyangan bokong emak mertua.
Tiba tiba terdengar suara
“Brruuggghghh”

“Gus Gus tolongin emak”kudengar suara emak memanggilku dari belakang.lalu aku cepat2 bergegas ke kamar mandi…

Ternyata emak mertua ku terpeleset .
“Astaga emak ”

Saat itu dia hanya memakai handuk dan sepertinya baru selesai mandi .

“Mana Mak yang sakit ”
“Ini Gus paha emak sepertinya terkilir”

Kemudian aku membopongnya ke kamar nya..

Sesampainya di kamar kudukan dia sambil ku suruh kakinya di luruskan…
“Sebentar Mak aku ambil kan minyak urut biar gak terlalu parah ”
“Iya gus”

Kemudian aku keluar kamarnya mencari minya urut setelah dapat aku kembali ke kamarnya dan memberikan minyaknya ke emak
“Mak ini minyaknya di urut dulu biar gak parah”
“Emak gak bisa Gus…kamu yang mengurutkan saja ya ”
“Iya mak”

Paha mulus putih mertuaku terpampang di depan mataku dan dia cuma pakai handuk yang seakan tidak muat di tubuhnya…

Aku mulai menungangkan minyak urut itu di pahanya ..kemudian ku urut pelan2 ..

Aku begitu terangsang sekali si otongku sudah tegak berdiri..kusuruh emakku tiduran saja..

Setelah dia tiduran aku mulai mengurutnya perlahan lahan..saat ku urut tak sengaja aku melihat belahan memeknya ..aku sangat kaget memeknya putih mulus tak berjembut…

Kemudian terdengar suara mertua ku mendesah”ssstttt assttttttt shhhhh shhhhh”

Pikiranku sudah sangat kacau rasanya aku ingin memperkosanya sekarang juga..

“Yang sakit lebih ke atas lagi Gus sstttt shhhhhh”

Astaga aku kaget..ini sih mertua ku paling pura pura saja …langsung saja aku naikan handuknya kemudian aku langsung malah menjilati memeknya yang gundul…

Dia hanya diam saja sambil mendesah “sstttt ahhh ssstttthhhh ahhhhhh”

Benar dugaan ku dia hanya pura pura saja..

Aku langsung menaiki tubuhnya kulepas handuk nya hingga dia telanjang…langsung kuremas tokednya yang gede padahal tangan ku masih bekas minyak urut..dia masih diam dan mendesah…

Ku keluarkan kontolku dan kuarahkan memulut emak mertua ku…
“Astaga besar sekali Gus”
Emak mertua langsung melahap habis kontolku dan tangannya sambil mencolok memknya sendiri

“Gue masukin cepat emak sudah tak tahan ”
“Iya mak”

Dia lalu mengangkang kan kakinya
Ku arahkan kontolku ke memknya…awalnya kesusahan akhirnya masuk juga..
“Bbllesssssss”

Ku pompa pelan2
“Ssttt ahhhh gusss pelan2 punya mu kegedean ahhhh ahhh”

Pllokkkk olkokkkk plookkkk plokkkkk

“Memekmu ternyata masih sempit mak ahh ahh ahhh ahhh”
“Ahhh ahhh ahhh kan masih melahirkan 1 anak Gus…itu pun dulu 20 tahun yang lalu …ahh ahh ah ahhb lebih kencang lagi Gus ahhhh ahhh”
“Emak tadi sebenarnya pura pura jatuh ya Mak…ah ah ah ahhh”
“Kok kamu tau Gus…”
“Habis ada yang kami janggal kok mak”

Hahahaha lalu kami berdua tertawa bersamaan

“Emak mau ngomong langsung gak enak Gus jadi pura2 begitu saja…hehehehe ahhh ahh ahhh”

“Tinggal bilang saja kan gpp Mak…toh Agus juga nafsu smaa emak”
“Iya emak tau kamu nafsu sama emak…tiap emak pakai daster tanpa lengan kamu selalu curi2 pandang ke toked emak”
“Ahhh ahhh ahh ahhh yang lebih cepat lagi gusssss….emaakkkk keluaarrrrrrr ahhhh ahhhhhhhhhhhhhhh”

Ternyata emakku keluar lalu aku berhenti sejenak biar mertua ku menikmati orgasmenya …

“Kok berhenti Gus…di lanjut saja..”

Aku langsung menggenjotnya dengan tempo cepat dan keras…

Plookkkkkk PLOOKKKKKK OLLOKKKKKKK PLLLOKKKKKKKK ahhhhhh ahhhhhhh ahhhhbahhhhh ahhhhh

“Emak mau keluar lagi gusss ahhhh abbbbbb ahhhh ajhhh”
“Saya juga maakkkk akhhh ahhhh di keluarkan di mana makkkk ahhhhh ahhh”
“,Di dalam saja gussss emak mau ngerasain pejuhmu ahhhhemakkk keluaarrrrrrr ahhhhhhhhhh”

“Aku juga keluar makkkk ahhhh ahhhhh”
Ku menyemprotkan pejuhku ke dalam memeknya mertua ku

Setelah kami klimaks bersamaan nafas kami ngos ngosan..

Kemudian kami berpakaian emak bilang mau ke warung lagi…

Ke esokan harinya kami mengulangi persetubuhan ini sampai2 2 ronde…

Selama aku dirumah belum bekerja kami sellau memadu cinta tanpa ada yang tau…

2 Minggu aku mengaggur dan bersetubuh dengan emak…kini aku sudah bekerja lagi..

Saat aku berkerja pun kami masih bisa ngentot tapi dengan sembunyi-sembunyi ….kadang di kamar mandi di dapur atau di toko dengan alasan mau membeli barang dagangan dan aku disuruh mengantarnya padahal kami ngentot dulu di warung sampai puas…

2 bulan kemhdiam emak membawa kabar kepadaku…Kalo dia kini hamil oleh perbuatan kami…aku menyuruh nya menggugurkan nya saja tapi mertua tidak mau dia ingin hamil dan dia juga cerita kalo istriku ini bukan anak bapak mertuaku tapi anak selingkuhan nya emak dulu

IBU TEMANKU

RAJA88BET- IBU TEMANKU Sudah 7 bulan aku dan Dendy tidak bertemu. Dendy adalah teman terdekatku sedari SMP. Terakhir bertemu ketika kelulusan di sekolah, setelah itu tidak berjumpa lagi karena aku dan Dendy tidak bersekolah di sekolah yang sama lagi.
Tak terasa, kini aku sudah berada di kelas 1 SMA semester 2. Dulu ketika SMP sistemnya caturwulan tapi kini sudah berganti ke kurikulum 2004 maka, sistemnya pun berubah menjadi semester. Memang agak beda, dulu ketika SMP dengan sistem caturwulan rasanya lama tapi kini setelah berganti jadi sistem semester waktu menjadi tidak terasa.
Terakhir 3some, adalah ketika aku dan Dendy ngentot Bu Suti setelah itu belum pernah lagi. Agak sedikit kecewa, karena dulu Dendy pernah menjanjikan akan mengajakku ngentot ibunya atau pembantunya. Tapi kekecewaan itu takan menjadi masalah sebab, aku memang tidak terlalu berharap untuk hal itu.
Soal ngentot, aku masih tetap melakukannya. Memang, ngentot Bu Suti sudah sangat jarang sekali karena terbentur kondisi dan juga keadaan. Tapi ngentot Tante Cici adik kandung ibuku sendiri masih tetap berlangsung. Oleh sebab itu, untuk urusan ngentot tidak terlalu membuatku pusing sebab masih dapat tersalurkan dengan baik walaupun hanya 2 atau 3 kali dalam seminggu itupun bergantung pada mood tanteku dan kondisi di rumah.
Kebiasaan ngentot dengan wanita yang lebih tua cukup berpengaruh pada kehidupanku. Walaupun tampangku gak jelek-jelek amat tapi aku belum punya pacar. Memang ada beberapa wanita di sekolahku yang sering menggoda dan cari-cari perhatian tapi aku biarkan saja karena memang terbentur persoalan selera.
Tidak ada diantara teman cewek di sekolah yang menjadi seleraku malah aku lebih tertarik sama guru sosiologiku. Emh, ketika di rumah aku sering sekali membayangkan susu montok dan pantatnya yang bahenol. Ingin rasanya aku menyentuh dan meremasnya.
Ketika itu hari minggu, tiba-tiba Dendy datang menggunakan sepeda motor ke rumahku. Kangen juga aku sama dia. Walaupun setiap bertemu dengan dia pasti saja aku dicekoki minuman. Tapi dibalik itu semua, dia satu-satunya teman yang paling baik, paling peduli, dan paling mau aku susahkan.
“Puji! apa kabarnya?” tanya Dendy.
“baik, Den. Ke mana aja gak pernah keliatan?” jawabku balik bertanya.
Aku ajak ia masuk ke rumahku langsung menuju kamarku. Tubuh kawanku ini sekarang semakin tinggi dan atletis. Mungkin tingginya sekitar 170cm dengan kulit yang agak hitam sekarang.
Ia duduk di kursi kamarku. Aku menawarinya minum tapi ia menolak sambil mengeluarkan vodka yang biasa kita minum. Melihat kebiasaannya itu aku hanya bisa tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepala.
“mau gak?” katanya sambil menunjukan botol vodka.
“bolehlah.”jawabku tanpa ragu.
Sambil minum dan merokok di kamarku, Dendy bercerita banyak mengenai sekolahnya dan tidak ketinggalan cerita-cerita ngentotnya bersama ibu, pembantu, dan pacarnya di sekolah. Rupanya kawanku ini sudah punya pacar, pantas aja selama 7 bulan sulit sekali bertemu.
Aku pikir ia telah lupa dengan janjinya ternyata sama sekali ia tidak lupa. Bahkan kedatangannya ke rumahku untuk mengabarkan berita baik itu. Ibunya sudah berhasil ia bujuk tinggal meminta kepastian kapan aku siap ikut ngentot ibunya.
Setelah waktu dan harinya sudah kita sepakati, ia mulai bercerita awal mula ia bisa ngentot ibunya.
Ternyata, ibunya yang seorang janda itu ia perkosa dengan cara memborgol kedua tangannya ketika ibunya sedang tidur. Ibunya ketika itu marah dan geram padanya sampai hendak melaporkan perbuatannya pada polisi. Mendapat ancaman demikian, Dendy cuek aja bahkan esoknya ia melakukan hal yang sama. Ia perkosa lagi ibunya dengan cara yang sama bahkan ia merekam semua adegan tersebut. Kemudian ia mengancam balik akan menyebarluaskan rekamannya dan tidak akan melepas borgol dikedua tangan ibunya serta akan mengurung ibunya di dalam kamar.
Ternyata ibunya keras kepala sehingga Dendy benar-benar tidak melepas borgol yang terpasang dikedua tangan dibelakag pinggang ibunya seharian penuh. Sampai akhirnya, ibunya menyerah. Walaupun ibunya sudah pasrah tetapi ibunya masih tidak rela ketika tubuhnya berkali-kali dilahap oleh anaknya sendiri. Seiring ketidakrelaan ibunya, Dendy terus saja melakukan perbuatan serupa kepada ibunya.
Tenggorokan ku sampai kering mendengar pengakuan temanku. Sungguh aku tidak menyangka dibalik tampangnya yang baik dan santai ternyata ia begitu nekat dan gila.
Jam dinding kamarku menunjukkan pukul 4 sore. Sebelum Dendy pamit ia memaksa ingin memphoto kontolku.
“******! enggak ah, ngapain photo-photo kontol segala!” ucapku sambil bergurau memukul perutnya.
“untuk bukti, ji! Biar mamah percaya bahwa kontol kamu tu gede!” jawabnya sambil cengengesan.
“gak mau! kayak homo aja minta photo kontol! Tar aja, mamahmu liat langsung aja!” kataku sambil membukakan pintu kamar untuk Dendy.
Sambil tertawa-tawa, aku antarkan Dendy sampai ke depan rumah. Ia berjanji, akan menjemputku besok seusai pulang sekolah. Setelah aku mengiyakan, ia pun pergi dari rumahku yang sedang sepi karena keluargaku sedang pergi ke rumah saudara.
Tanteku yang ada di rumah sedari pagi tidak kelihatan, makanya setelah mengantar Dendy ke depan rumah aku bergegas menuju kamar Tante Cici yang berada di sebelah kamarku.
Di dalam kamarnya, Tante Cici tampak sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya. Tak berani mengganggu aku tutup lagi pintu kamarnya dan segera menuju kamar mandi karena sedari pagi belum mandi.
Esoknya, sepulang bubaran sekolah, Dendy sudah berada di depan sekolahku menunggu disebuah kios rokok. Aku segera menghampirinya dan langsung pergi menuju rumahnya menggunakan sepeda motornya.
Aku kaget, ternyata Dendy anak orang kaya. Rumahnya besar dan mewah. Agak ragu-ragu aku ikuti langkah Dendy masuk ke dalam rumahnya. Terlihat segala perabotan mewah menghiasi rumahnya. Aku hanya mampu berdecak kagum.
Dendy mengajak menuju kamar tidurnya di lantai 2. Terlihat dan terasa, kamarnya luas dan nyaman sekali. Aku diam tak banyak bicara. Sampai akhirnya Dendy mengajakku ke meja makan di lantai bawah untuk makan siang.
Semua hidangan telah siap di meja makan disiapkan oleh pembantunya yang sudah cukup tua. Aku taksir umurnya antara 45/46 tahun. Bodynya masih yahut. Dadanya besar, tubuhnya agak gemuk dan agak pendek.
“nah ini pembantu yang sering aku entot, Ji!” kata Dendy ketika pembantunya menuangkan air ke dalam gelas untuk minum.
Aku tercekat kaget dengan ucapan Dendy. Aku tak tahu apa maksudnya sampai selantang itu ia berkata demikian. Pembantunya pun terlihat begitu malu dengan wajah memerah dan terlihat ia menjadi salah tingkah.
Selesai makan, Dendy tampak sibuk dengan hpnya. Pada tahun 2004, hp masih jarang dimiliki anak sekolah walaupun ayah dan mamahku sudah memiliki benda canggih tersebut dan pernah menyarankan agar aku juga memliki hp supaya bisa setiap saat menanyakan keberadaanku yang sering pulang terlambat. Tapi aku belum tertarik dengan benda tersebut dan akan tidak nyaman jika benar fungsinya untuk memantauku. Maklum masa remaja bagiku adalah masa-masa mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dan ingin hidup bebas.
Pukul 5 sore ibunya pulang. Dendy segera mengenalkanku pada ibunya.
“saya Puji, tante. Teman SMPnya Dendy.” kataku memperkenalkan diri sambil mencium punggung tangan ibunya dengan penuh rasa hormat.
“saya, Meta. Ibunya Dendy.” jawabnya sambil tersenyum manis dengan gaya khas orang kaya yang elegan.
Seusai perkenalan denganku, ibunya langsung menuju kamarnya karena hendak ganti baju dan mandi. Sungguh beruntung Dendy memiliki ibu yang cantik, badannya montok, dadanya besar, pantatnya semok, kulitnya putih, dan rambutnya yang hitam berkilau di potong pendek sebahu. Seksi sekali.
“gimana, ji? cakep gak tuh?” tanya Dendy seolah paham aku yang sedang terpana.
“cantik banget, den!” jawabku dengan jujur.
“kita mulai bermain sekarang, ji!” ajak Dendy sambil menarikku menuju kamar tidur ibunya.
Di dalam kamar, tampak Tante Meta sedang membersihkan wajahnya di depan meja rias. Ia hanya mengenakan kutang ungu dan rok hitam selutut. Ia sedikit kaget ketika aku dan Dendy tiba-tiba masuk kamarnya.
“mah, temanku ini gak bisa lama-lama di sini. Soalnya besok ia harus sekolah pagi-pagi.” kata Dendy menginformasikan pada ibunya.
“oh begitu.” jawab Tante Meta singkat sambil terus membersihkan make upnya dengan kapas.
“gimana, mah, dengan rencana yang pernah aku obrolin? bisa dimulai sekarang?” tanya Dendy pada ibunya. Sedangkan aku hanya diam saja sambil memperhatikan tubuh Tante Meta dari belakang.
“yaudah, tunggu dulu. Mamah cuci muka dulu ya!” jawab Tante Meta sambil beranjak dari meja riasnya menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.
Aku dan Dendy duduk di sofa merah empuk dan lembut yang berada di dalam kamar tidur ibunya.
“gimana, ji? kamu siap?” tanyanya kepadaku.
“aku malu, den. Gak tau juga gimana memulainya. Lagian aku baru pertama kali bertemu ibumu. Belum akrab, dan yang pasti bakalan canggung.” jawabku apa adanya.
“gampang, nanti kita garap aja bareng-bareng! Mamahku juga pasti canggung, makanya sebisa mungkin kamu jangan canggung-canggung.” sarannya kepadaku.
Mendapat pernyataan dari Dendy tak membuatku menjadi tenang. Jantungku tetap berdebar kencang. Aku gelisah sekali antara malu, takut, canggung, khawatir, pokoknya segala macam perasaan dan pikiran campur aduk sampai membuat badanku menjadi panas dingin.
Ketika pikiran dan perasaanku sedang tidak menentu, Dendy tiba-tiba beranjak dari sofa menuju kamar mandi ibunya sambil mengeluh.
“haduh, lama banget nih mamah di kamar mandi!” ucapnya sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi ibunya.
Tak lama, Dendy ke luar dari kamar mandi ibunya disertai Tante Meta yang hanya mengenakan handuk berwarna putih. Aku terpana melihat kemolekan tubuh Tante Meta yang berbalut handuk menutupi sebagian dada dan pahanya. Sungguh menggairahkan sekali. Susunya yang besar terlihat menggelembung di balik handuknya. Sungguh tubuh yang luar biasa dengan kulit putih dan bersih.
Melihat pemandangan yang hot tersebut, kontolku langsung tegang dan mengeras. Aku agak meringis sebab, kontolku yang mengeras posisinya mengarah ke bawah jadi ketika tegang seperti ini lumayan agak sakit dan menyiksa.
Dendy langsung membuka permainan. Ia berciuman dengan ibunya sambil tangannya menggerayangi kedua susu ibunya yang montok dan masih berbalut handuk.
Aku masih canggung sehingga aku tak bisa berbuat apa-apa selain menonton adegan panas tersebut. Dengan perlahan aku benahi posisi kontolku, aku posisikan kontolku mengarah ke atas supaya agak bebas dan tidak terlalu menyiksa sambil tetap tak beranjak dari tempat duduk.
Dengan agak kasar, Dendy melepas handuk yang melilit tubuh ibunya. Aku kembali tercengang, mataku tidak berkedip melihat susu besar ibunya bergelantungan tanpa tertutup sehelai benangpun. Susu Tante Meta mungkin sekitar 38C karena ukurannya benar-benar super persis pepaya dengan lingkaran merah agak besar disekitar putingnya yang besar. Tak kalah mencengangkan adalah memeknya yang tidak berbulu itu begitu tebal dan tembem. Persis kue dorayaki.
Aku pandangi tubuh Tante Meta dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Benar-benar putih dan mulus tanpa ada sedikitpun bekas luka atau apapun. Sungguh wanita yang sempurna. Perutnya tak seperti perut ibu-ibu pada umumnya. Perutnya rata walaupun tubuh Tante Meta terbilang montok.
Melihat Tante Meta telanjang tanpa sehelai benangpun di tubuhnya membuatku berkali-kali mesti menelan ludah. Aku belum pernah melihat tubuh seindah dan seseksi ini secara nyata ada dihadapanku sebelumnya. Sungguh tubuh yang tidak ada bandingannya.
Dendy kemudian memintaku untuk mendekat. Dengan ragu-ragu, aku melangkahkan kaki mendekati mereka yang sedang asik berciuman dan saling remas.
Tanganku kemudian dibimbing Dendy dan diletakan pada susu ibunya yang besar. Terasa kulit susunya begitu lembut seperti kulit bayi dan tak kalah mencengangkan adalah susu itu terasa begitu kenyal. Dengan ragu aku usap sambil remas dengan lembut dan perlahan.
Dendy menghentikan ciuman pada bibir ibunya. Ia kemudian menyusuri leher menuju susu besar ibunya dengan mulut dan lidahnya. Dengan rakus Dendy menjilati dan mengenyot-ngenyot susu ibunya. Agak ragu-ragu akhirnya aku pun mengikuti Dendy bermain dengan susu ibunya dengan mulut dan lidahku. Namun, aku tidak seperti Dendy yang begitu rakus dan lahap menjilat dan mengenyot-ngenyot susu ibunya.
Aku julurkan lidahku, menjilati mengikuti lingkaran merah susu ibunya dengan perlahan dan penuh kelembutan. Mendapat sensasi berbeda pada kedua susunya, ibunya menjadi menggelinjang-gelinjang sambil mulutnya mendesis dan terkadang mendesah dengan suara yang begitu seksi.
“ssssshhhhh, ooouuuuuuhhhh, eeeemmhhhh, aaaaauuuuuhhh.” Desah Tante Meta sambil tangannya mengusap-usap kepalaku dan kepala Dendy.
Aku mulai mengkombinasikan mulut serta lidahku untuk menjilati lingkaran merah susu Tante Meta, menghisap, dan mengenyot-ngenyot puting susunya yang besar dengan lembut dan perlahan-lahan. Sedangkan Dendy masih asik menjilati dan mengenyot-ngenyot susu serta puting ibunya dengan rakus sampai air liurnya menetes dari mulutnya membasahi susu, perut, dan lantai kamar tidur Tante Meta.
Perlahan lahan aku arahkan tangan kiriku menuju memek Tante Meta yang tanpa bulu serta tembem. Terasa memeknya hangat dan basah. Perlahan aku usap-usap lembut bibir vaginanya.
“oooouuuuuhhh, ssssshhhhh, aaaaaaooouuuuhhhh.” desahnya sambil tubuhnya sedikit terguncang karena merasakan sensasi nikmat pada kedua susu dan memeknya.
Dendy kemudian menghentikan aksinya pada susu ibunya. Ia kemudian memintaku telanjang sambil ia pun membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya.
Dengan agak canggung, aku menuruti perintah Dendy dan mulai menelanjangi diriku. Satu persatu baju dan celanaku bertumpuk di lantai.
Kini aku, Dendi, dan Tante Meta sudah bugil tanpa sehelai benangpun. Wajah Tante Meta semakin memerah ketika matanya lekat memandang kontolku yang sudah tegang dan mengeras sejak awal melihatnya. Kemudian Dendy merebahkan tubuh ibunya dan langsung mengintruksikan supaya aku segera menjilati memek tembem ibunya.
Entah mengapa, walau aku sudah sangat bernafsu, rasa canggung dan malu masih saja ada. Dengan bercampur ragu, perlahan-lahan aku menuruti intruksi Dendy kemudian mulai menjilati liang memek, bibir vagina tembem, dan itil Tante Meta dengan lembut dan perlahan. Tercium aroma wangi memeknya. Aku menjadi memiliki spekulasi bahwa memek orang kaya memang harum dan legit.
Tubuh Tante Meta terlihat mulai resah, pinggangnya sesekali terangkat naik sambil pahanya ia gunakan untuk menjepit kepalaku yang terbenam menikmati kelezatan memeknya.
“ooooouuuuuhhhh, oooouuuuuhhh, aaaaaaaahhhh, ehhhhmmmmmm, aaaaahhh.” desahnya sambil mulutnya mengocok dan menjilat kontol anaknya.
Tak peduli kepalaku dijepit pahanya, aku terus menjilat-jilat liang memek sampai itilnya. Perlahan-lahan, aku hisap dan kenyot-kenyot liang memek, bibir memeknya yang tembem, dan itilnya berkali-kali dengan lembut.
Sambil merasakan kontolnya dihisap dan dijilat-jilat ibunya, Dendy dengan penuh nafsu meremas-remas dan memilin puting susu ibunya. Sehingga Tante Meta semakin terbakar api birahi.
Tak sampai 10 menit, Tante Meta akhirnya mencapai orgasmenya. Terasa cairan kental, hangat, dan lengket ke luar dari dalam liang memeknya mengenai lidah serta daguku. Mendapat orgasmenya, paha Tante Meta semakin kencang menghimpit kepalaku dan menekan-nekan memeknya pada mulutku.
“ooooouuuuuuhhhh, aaaaaaaeeehhhh.” lenguh Tante Meta mendapat sensasi orgasme sambil menjepit erat kepalaku dengan pahanya yang sekal.
Setelah surut gelombang orgasme Tante Meta, perlahan aku bangkit sambil melap cairan orgasme Tante Meta pada daguku. Aku usapkan cairan itu pada kontolku yang masih tegang dan keras.
Tante Meta bangkit dan melepaskan kontol Dendy dari mulutnya. Dendy kemudian mempersilakanku untuk mengentot ibunya terlebih dahulu.
“kamu berbaring aja, ji.” pinta Tante Meta ketika aku dengan ragu-ragu mengangkangkan pahanya hendak melakukan penetrasi ke liang memeknya.
Aku pun segera menelentangkan tubuhku di atas kasurnya yang empuk dan lembut dengan perasaan malu. Ternyata Tante Meta suka WOT. Tante Meta mulai menaiki tubuhku dan menduduki kontolku. Ia kemudian bergerak maju mundur sehingga kontolku yang panjangnya sampai ke udel itu bergesekan dengan memeknya yang tembem.
Terlihat memek gundulnya Tante Meta mengkilat karena cairan birahi yang membasahi. Perlahan Tante Meta mulai mengarahkan kontolku yang panjang dan besar ke dalam liang memeknya. Ditekan tubuhnya turun secara perlahan. Tampak ia sedikit meringis. Namun, dengan perlahan-lahan ia menggoyang-goyang pinggulnya sambil menurunkan pantatnya supaya kontolku bisa terbenam lebih dalam di liang memeknya.
Sungguh nikmat sekali. Otot lubang memeknya begitu kuat mencengkram kontolku.
Sambil mulut Tante Meta tak berhenti mendesah, ia terus menggoyang-goyang pinggulnya dan menekannya supaya kontolku terbenam lebih dalam secara perlahan. Sampai akhirnya, kontolku amblas di dalam lubang memeknya yang lembab dan hangat.
“oooouuuuhhhhh sssshhhhh, ooooouuuuhhhh sssshhhhh.” desah Tante Meta sambil menggoyang-goyang pinggulnya memutar.
Perlahan-lahan ia mulai menaik turunkan pinggulnya mengocok kontolku yang terbenam di lubang memeknya. Dendy mulai mendekat dan mengarahkan kontolnya ke mulut ibunya.
Tante Meta mulai mengulum kontol anaknya sambil tubuhnya naik turun mengocok kontolku di lubang memeknya. Sesekali ia kembali menggoyang memutar pinggulnya membuatku merasakan nikmatnya cengkraman otot memeknya.
“oooouuuuhhhh ssssshhhh, oooooouuuuuhhhh sssssshhhhh.” desahnya di sela-sela kesibukannya mengulum kontol anaknya.
Sampai akhirnya Tante Meta berhenti mengulum kontol anaknya dan hanya mengocok-ngocok kontol anaknya dengan tangan kirinya. Tante Meta terus menduduki kontolku, bergoyang-goyang memutar, dan menaik turunkan tubuhnya mengocok kontolku yang terbenam di lubang memeknya.
Dendy segera bangkit menuju belakang punggung ibunya. Sehingga Tante Meta menghentikan sejenak aksinya mengocok kontolku. Perlahan-lahan Dendy mulai menusukan kontolnya yang sudah dibasahi oleh ludahnya ke liang dubur ibunya.
Tante Meta meringis merasakan duburnya ditusuk kontol anaknya sambil mendekap erat tubuhku yang ditindih tubuh montoknya. Perlahan-lahan Dendy menekan kontolnya supaya bisa masuk lebih dalam di liang dubur ibunya.
“ooooouuuuuu sssssss, oooooouuuuhhhhh ssssssshhhhh, aaaaaaaauuuuuuu.” erangnya sambil meringis ketika perlahan kontol anaknya masuk dan terbenam di lubang duburnya.
Perlahan-lahan Dendy mulai memaju mundurkan tubuhnya mengocokan kontolnya yang berada di lubang dubur ibunya. Tante Meta yang berhenti mengocok kontolku yang terbenam di dalam lubang memeknya hanya diam sambil mendesah dan mengerang-erang. Terasa oleh kontolku yang terbenam di memeknya dan kontol Dendy yang terbenam di lubang duburnya membuat kontolku merasakan sensasi sesak yang nikmat. Perlahan aku mulai menaik turunkan pinggulku mengikuti gerakan maju mundur Dendy.
“aaaaaooooouuuuu ssssshhhhh, aaaaaaaahhhhhh ssssssshhhh, oooooouuuuhhhh ssssshhhh, eeeehhhmmmm.” desah Tante Meta menikmati tusukan di lubang memek dan duburnya.
Sambil terus menaik turunkan kontolku yang terbenam di lubang memeknya, aku arahkan tanganku untuk meremas-remas susu besarTante Meta. Terasa begitu kenyal dengan puting besar yang sudah sangat mengeras. Aku mainkan jari-jemariku memilin-milin puting susunya. Sehingga tubuh Tante Meta kembali ambruk menindih tubuhku sambil mencium dan menjilati wajahku.
Nafasnya terasa hangat menyentuh kulit wajahku. Dengan desah yang semakin seksi dan sarat akan suasana birahi.
“oooooouuuuuuhhhhh sssshhhhhhh, aaaaaaaaahhhhh ssssshhhhhhh, mamah keluaaaarr!” lenguh Tante Meta sambil badannya mengejang-ngejang.
Terasa memeknya berkedut-kedut dan mencengkram erat kontolku. Sehingga aku hentikan gerakan menaik turunkan kontolku demi merasakan kedutan dan cengkraman yang terasa nikmat pada kontolku.
Dendy pun berhenti memaju mundurkan kontolnya ke dalam lubang dubur ibunya memberikan memberikan kesempatan pada Tante Meta menikmati orgasmenya.
Setelah gelombang orgasme Tante Meta mereda, Dendy mulai kembali mengocokan kontolnya di dalam lubang dubur ibunya. Aku pun mulai mengikuti gerakan Dendy dengan menaik turunkan kontolku di dalam lubang memek Tante Meta.
Lebih dari 15 menit, hingga akhirnya Dendy mempercepat gerakannya memompa ke dalam lubang dubur ibunya. Dendy mulai memburu orgasmenya.
“oooooouuuuhhhhh sssssshhhhh.” erang Dendy dengan tubuh licin berkeringat.
“aaaaaaaahhhhh sssssshhhhh, oooooouuuhhhhh sssssshhhh.” desah Tante Menta mendapat kocokan cepat di lubang duburnya.
Sampai akhirnya Dendy mencabut kontolnya dari lubang dubur ibunya. Menyemburlah sperma Dendy di atas punggung ibunya. Aku melanjutkan menaik turunkan kontolku ke dalam lubang memek Tante Meta.
Tante Meta kini lebih leluasa mulai mengimbangi gerakanku dengan menggoyang-goyang memutar. Matanya terlihat terpejam sambil mulut sedikit menganga mengeluarkan desah-desah yang membakar birahiku.
Tampak gerakan pinggul Tante Meta mulai mengendur sehingga aku minta ia untuk berbari telentang. Tanpa banyak bicara, Tante Meta mulai melepas kontolku dari dalam lubang memeknya kemudian telentang di atas kasur. Aku tarik tubuhnya ke tepian kasur. kemudian aku angkat kedua kakinya ke atas. Tangan Tante Meta kemudian menggenggam kontolku yang licin penuh cairan memeknya untuk diarahkan ke dalam lubang memeknya. Sambil memegang kaki Tante Meta, aku mulai tekan kontolku memasuki lubang memeknya.
Terlihat memeknya yang tembem semakin memerah. Tak hanya memeknya yang semakin memerah, susu, dada atas, leher, dan wajahnya pun semakin memerah.
Aku mulai memaju mundurkan kontolku ke dalam lubang memeknya dengan cepat. Tubuh Tante Meta ikut terhentak-hentak akibat gerakan maju mundurku yang cepat mengocok kontol ke dalam lubang memeknya. Sehingga mulut Tante Meta terus menganga mengeluarkan desahan dan erangan kenikmatan.
“ssssssshhhhh aaaaaaahhhh, ooooooouuuhhhh eeeeehmmmmm, ooouuuuuuhhhh sssshhhh aaaaaahhhh.” desahnya dengan mulut menganga dan mata terus terpejam.
Di bawah 5 menit aku kocok dengan cepat memeknya, kembali Tante Meta mendapat orgasmenya. Tangannya mencengkram kuat tanganku yang sedang memegangi kakinya.
“ooooouuuuuuhhhh sssssshhhhhh, oooouuuuuuuuhhhhh ssssssshhhhh, oooooouuuuuhhhhhh.” lenguh Tante Meta sambil tubuhnya mengejang-ngejang.
Kedutan dan cengkraman memeknya kembali terasa. Aku hentikan gerakanku menikmati kembali sensasi nikmat pada kontolku akibat orgasme Tante Meta.
Nafas Tante Meta masih terengah-engah. Sesudah Tante Meta sudah menguasai dirinya kembali, aku balikan tubuhnya yang telentang untuk tengkurap. Aku tarik kembali tubuhnya ke tepian kasur. Dengan posisi berdiri, aku mulai menusukan kontolku dengan perlahan ke lubang duburnya. Agak sulit karena posisinya terlalu rendah. Sehingga dengan kaki di bawah kasur, Tante Meta menaikan sedikit pinggulnya ke atas sehingga antara kontolku dan lubang duburnya sejajar.
Perlahan aku tusuk kembali lubang duburnya setelah aku beri ludah dengan kontolku yang sudah basah oleh lendir memeknya. Walaupun Dendy sudah mengentot dubur ibunya, aku masih merasa kesulitan memasukkan kontolku ke dalam lubang duburnya yang peret.
Dengan agak kuat aku dorong kontolku perlahan-lahan. Tante Meta mengerang sambil tangannya mencengkram kuat sprei tempat tidurnya.
“aaaaaaaauuuuuhhhhhh ssssssshhhhh, oooooooouuuuuuwwww ssssssshhhhh.”erang Tante Meta sungguh seksi sekali terdengar di telinga.
Setelah kontolku terbenam seluruhnya di dalam dubur Tante Meta, aku mulai memaju mundurkan kontolku mengocok duburnya secara perlahan. Tante Meta terus mengerang dan mendesah sambil tangannya tetap mencengkram kuat sprei kasurnya yang empuk dan lembut.
“ooooouuuuuhhhh ssssshhhhh, ooooouuuuuuhhhhh sssssshhhhhh.” desah Tante Meta semakin sering dan cukup keras.
Dendy yang sudah orgasme hanya duduk di sofa merah sambil melihatku ngentot ibunya. Tersungging senyum mengembang di wajahnya ketika matanya beradu pandang denganku.
Dubur Tante Meta sudah terasa licin sehingga aku leluasa mempercepat gerakan memaju mundurkan kontolku. Sambil terus bergerak memaju mundurkan kontol dengan cepat, aku remas-remas pantat montoknya yang menggemaskan.
Semakin cepat aku memaju mundurkan kontolku ke dalam dubur Tante Meta, aku semakin merasakan kenikmatan pada kontolku. Sehingga kontolku mulai terasa gatel dan geli nikmat. Sampai akhirnya, aku tak kuat lagi menahan gelombang yang membuat syaraf menegang. Aku hentak-hentakan tubuhku menghantam pantat montok Tante Meta sambil menyemprotkan spermaku ke dalam lubang duburnya.
Belum usai spermaku terkuras habis, tubuh Tante Meta mengejang-ngejang. Pantatnya ia tekan-tekankan sambil kepalanya mendongak ke atas. Sehingga kontolku kembali terbenam lebih dalam di dalam duburnya. Meluncurlah lenguhan panjang dari mulutnya.
“ooooouuuuuuhhhh ssssssshhhhhh, aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh!” lenguh Tante Meta mendapatkan orgasmenya lagi.
Dengan nafas ngos-ngosan, aku tahan tubuhku supaya tidak ambruk menindih tubuh Tante Meta. Setelah usai gelombang orgasmeku dan orgasme Tante Meta, perlahan aku cabut kontolku dari liang duburnya.
Keringat membasahi sekujur tubuhku. Aku duduk di tepi kasur. Melihat permainan telah usai Dendy bangkit dari tempat duduknya menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar tidur ibunya.
Tante Meta duduk di sampingku sambil bertanya mengenai sekolahku, di mana aku tinggal, sampai bertanya tentang pacar.
Sambil menunggu Dendy ke luar dari kamar mandi, aku ngobrol dengan Tante Meta. Sambil mengakrabkan diri.
Seusai makan malam di rumah Dendy, Tante Meta memberiku hp tanpa sepengetahuan Dendy. Dengan malu-malu aku terima hp tersebut.
“nih, buat puji. Ini kartu nama tante. Nanti kalau udah di pasang kartu, kamu segera hubungi tante, ya!” kata Tante Meta sambil menyodorkan hp dan kartu namanya.
“iya, tante. Terima kasih banyak.” jawabku dengan malu-malu.
Sekitar pukul setengah 9 malam, Dendy mengantarkanku pulang dengan sepeda motornya. Aku pun pamit ke Tante Meta dan bergegas meninggalkan rumah Dendy yang besar dan mewah.